Program MBG di Bandarlampung Akan Dilaksanakan Pada Tanggal 20 Januari 2025
BANDARLAMPUNG-
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan, mengumumkan bahwa program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat akan segera dilaksanakan di Kota Bandar Lampung pada sekitar tanggal 20 Januari 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi bagi para siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Saat ini, Pemkot Bandar Lampung tengah menunggu perlengkapan dapur yang dikirimkan dari pemerintah pusat untuk mendukung operasional program tersebut.
Iwan menyampaikan bahwa koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) telah dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik dan lancar.
“Sekitar tanggal 20 Januari nanti, proses ini akan dimulai. Sekarang kita sedang menunggu perlengkapan dari pusat untuk dapurnya. Kita sudah berkoordinasi dan petugas dari BGN, kami memastikan program ini di Kota Bandar Lampung dapat berjalan dengan lancar,” ujar Iwan Gunawan, di lingkungan Pemkot Bandar Lampung, Rabu (8/1/2025).
Program MBG di Kota Bandar Lampung untuk tahap awal akan difokuskan di wilayah Sukarame dengan total 2.903 siswa penerima manfaat.
Adapun rinciannya mencakup 55 siswa dari jenjang TK, 879 siswa SD, 933 siswa SMP, dan 1.076 siswa SMA. “Sekolah yang akan menjadi sasaran utama program ini antara lain TK Assalam, SD MIN, SMP 29, dan SMAN 5,” katanya.
Iwan menjelaskan bahwa dapur umum untuk memasak makanan bergizi bagi siswa akan dipusatkan di Satlog, dan makanan yang telah disiapkan akan didistribusikan maksimal dalam radius 30 km dari lokasi dapur umum tersebut.
Pemkot Bandar Lampung menunjukkan komitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan program nasional ini dengan melibatkan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dukungan tersebut bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi secara optimal.
“Kami sangat berkomitmen mendukung program ini. Karena ini adalah program nasional, kita akan mendukung penuh dengan anggaran APBD agar asupan gizi bagi siswa benar-benar maksimal,” tambah Iwan.
Untuk tahap awal, menu makanan bergizi yang disiapkan bagi siswa akan memiliki nilai gizi yang sesuai standar dengan anggaran sebesar Rp10 ribu per porsi.
“Menu untuk hari pertama anggarannya Rp10ribu per porsi. Menu tersebut diharapkan mampu memberikan asupan yang seimbang,” tandasnya.