DPRD Bandar Lampung Minta Dinkes Waspada terhadap Kasus Demam Berdarah di Musim Hujan
BANDAR LAMPUNG – Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandar Lampung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim penghujan. Hal ini disampaikan Asroni, mengingat tingginya risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Asroni menegaskan bahwa Dinkes, melalui Puskesmas dan Puskel, harus proaktif dalam mengantisipasi lonjakan kasus DBD.
Sosialisasi pencegahan kepada masyarakat sangat penting. Jangan menunggu kasus terjadi baru bergerak. Harus ada tindakan preventif yang nyata,” ujar Asroni.
Sosialisasi dan Tindakan PreventifMenurutnya, Dinkes telah melakukan beberapa langkah sosialisasi, seperti memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak menampung air terlalu banyak. Namun, Asroni mengingatkan bahwa langkah tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Ada daerah yang sengaja menampung air karena sulit mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Dalam kasus seperti ini, meminta mereka membuang air bukan solusi,” jelasnya.
Asroni menekankan pentingnya solusi lain yang lebih efektif untuk mencegah penyebaran DBD, terutama di wilayah yang menghadapi keterbatasan air.
Dukungan dan Evaluasi Langkah DinkesSebelumnya, DPRD telah memanggil Dinkes untuk membahas upaya antisipasi DBD. Dalam pertemuan tersebut, Dinkes menjelaskan bahwa mereka telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Namun, Asroni meminta agar upaya tersebut terus dievaluasi dan ditingkatkan.
Dengan meningkatnya curah hujan, Dinkes diharapkan dapat memperluas jangkauan sosialisasi dan melakukan fogging di wilayah rawan. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah potensi lonjakan kasus DBD di Bandar Lampung.