Darurat! 60% Kota Bandar Lampung Berstatus Endemis DBD
BANDAR LAMPUNG – Alarm peringatan dini DBD berbunyi keras di Bandar Lampung. Sepanjang Januari hingga November 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mencatat adanya 382 kasus Demam Berdarah Dengue. Yang lebih mengkhawatirkan, 78 dari total 126 kelurahan atau sekitar 60 persen wilayah kota kini berstatus endemis DBD.
Kepala Dinkes Muhtadi Arsyad Temenggung, Senin (24/11/2025), mengungkapkan bahwa meski tren kasus bulanan menurun, ancaman tetap nyata, terutama menjelang musim penghujan. “Pola hidup masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemberantasan DBD,” tegasnya, menekankan pentingnya kembali menggalakkan gerakan 3M Plus.
Dari data Diskes, wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah mencatat kasus terbanyak dengan 49 kasus. Disusul Puskesmas Bakung 34 kasus, dan Puskesmas Sumur Batu 29 kasus.
“Jika ditemukan kasus, puskesmas langsung melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar lokasi,” ujarnya, saat dihubungi via WhatsApp.
Muhtadi menegaskan, pemkot melalui arahan wali kota Bandar Lampung juga telah meminta puskesmas melakukan fogging fokus maupun fogging besar di titik rawan. Namun langkah tersebut bukan yang paling utama.
“Fogging itu bagian saja. Yang terpenting adalah memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk,” jelasnya.
Ia menilai, pola hidup masyarakat sangat menentukan keberhasilan pemberantasan DBD, terutama memasuki musim penghujan.
“Kalau masyarakat membiarkan kaleng, botol, plastik bekas yang tergeletak dan kemudian terisi air hujan, itu justru tempat favorit nyamuk bertelur. Jadi tempat perkembangbiakan inilah yang harus kita hilangkan,” katanya.
Muhtadi menjelaskan, pihaknya kembali mendorong gerakan 3M Plus sebagai langkah utama mencegah DBD, yakni menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup rapat wadah air, mendaur ulang atau menimbun barang bekas yang berpotensi menampung air
Sementara langkah Plus meliputi, menaburkan larvasida, pemeliharaan ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, menggunakan lotion antinyamuk, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
“Partisipasi masyarakat harus dilakukan semua warga dan menjadi kebiasaan. Kalau lingkungan bersih, nyamuk tidak punya ruang berkembang biak,” tutupnya. (Nda)