Target Retribusi Sampah DLH Bandar Lampung Nyaris Tembus Rp 14 Miliar, Ini Strategi Jitu Mereka!
BANDARLAMPUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung bersiap menutup tahun dengan capaian gemilang. Target pendapatan retribusi sampah sebesar Rp 14 miliar di tahun 2025 hampir terpenuhi, berkat penerapan sistem digital yang diklaim mampu menutup celah kebocoran.
Hingga minggu kedua Desember, Rp 13 miliar atau sekitar 90 persen dari target telah berhasil dikantongi.
Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Yusnadi Feriyanto, mengungkapkan keberhasilan ini didorong oleh langkah-langkah intensif jajarannya. “Kami melakukan pendataan rutin, penagihan tepat waktu, dan sudah tidak lagi secara tunai. Semua melalui aplikasi online,” ujar Yusnadi, Senin (15/12/2025).
Sistem digital ini tidak hanya menjamin transparansi dan akurasi data, tetapi juga mengefektifkan penarikan retribusi.
Dengan sistem digital, kata dia, transparansi dan akurasi data lebih terjamin sekaligus menutup celah kebocoran. Adapun penyumbang terbesar retribusi berasal dari sektor industri, rumah makan, dan perhotelan.
“Tiga sektor ini dominan. Ada yang bisa mencapai Rp4 juta per bulan,” ungkapnya.
Sementara itu, volume sampah yang dihasilkan warga Bandar Lampung setiap hari mencapai 500–800 ton. Seluruhnya ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.
Pengelolaan sampah di TPA Bakung kini juga bertransformasi dari metode open dumping menjadi controlled landfill. “Lebih ramah lingkungan karena sampah ditimbun dengan lapisan tanah, sehingga mengurangi bau, pencemaran air tanah, dan risiko kebakaran,” jelasnya. (Nda)