Sempat Terhambat Kelangkaan Material, Proyek Jalan dan Jembatan Bandar Lampung Akhirnya Rampung 100 Persen!
BANDAR LAMPUNG – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung melalui Bidang Bina Marga memastikan seluruh “utang” pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2025 telah tuntas sepenuhnya. Meski sempat mengalami dinamika di lapangan, per Februari 2026 ini, progres pekerjaan resmi menyentuh angka 100 persen.
Keberhasilan ini menjadi rapor hijau bagi konektivitas wilayah di Kota Tapis Berseri, mengingat banyaknya titik yang menjadi sasaran pembangunan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Bandar Lampung, Rayu R. Wiranegara, blak-blakan soal kendala yang sempat dialami. Pada pengujung 2025, progres pembangunan sebenarnya sudah di angka 98 persen, namun beberapa proyek terpaksa “melompat tahun” ke 2026.
“Ada beberapa kegiatan yang harus dilanjutkan ke tahun 2026 karena kendala teknis dan pasokan, tapi per hari ini semuanya sudah rampung total,” ungkap Rayu di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).
Rayu menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan tanpa alasan. Rantai pasok material bangunan, terutama batu dan semen, sempat terganggu akibat adanya kebijakan penertiban tambang ilegal.
“Sebelumnya ada edaran Gubernur terkait penertiban tambang tak berizin. Dampaknya, material bebatuan menjadi sulit didapat dan pengerjaan sedikit melambat. Namun, kami pastikan kualitas tetap terjaga hingga selesai,” jelasnya.
Ratusan Ruas Jalan Kini Mulus
Sepanjang tahun anggaran 2025, volume pekerjaan Dinas PU terbilang masif. Tak tanggung-tanggung, ada 596 ruas jalan lingkungan yang kini lebih nyaman dilewati warga. Selain itu, 16 ruas jalan kota utama dan 9 jembatan strategis juga telah selesai diperbaiki maupun dibangun baru.
Dengan tuntasnya seluruh proyek ini, mobilitas warga Bandar Lampung diharapkan semakin lancar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di tingkat lingkungan maupun kota.(nda)