Ratusan Siswa di Kemiling Keracunan Massal, DPRD Bandar Lampung Desak Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

BANDAR LAMPUNG – Insiden memilukan menimpa ratusan siswa tingkat SD dan SMP di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Para siswa diduga mengalami keracunan massal usai menyantap paket makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (13/2/2026).

Menanggapi tragedi ini, Asroni Paslah ketua komisi IV dewan kota Bandarlampung menyatakan keprihatinan mendalam dan langsung mengambil langkah tegas. Berdasarkan laporan awal Dinas Kesehatan, gejala yang dialami para korban meliputi diare akut dan gangguan pencernaan hebat. Tidak hanya siswa, sejumlah guru dan orang tua pun dilaporkan harus menjalani perawatan medis.
Empat Tuntutan Tegas Legislator
Menyikapi situasi darurat ini, Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung mengeluarkan empat poin desakan utama kepada pemerintah kota:

Audit Laboratorium Segera: Mendesak Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan melakukan uji laboratorium menyeluruh terhadap sampel makanan untuk menemukan penyebab pasti kontaminasi.

Moratorium Program: Meminta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara hingga ada klarifikasi teknis yang terverifikasi.

Evaluasi Total SPPG: Menuntut evaluasi komprehensif terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandar Lampung, khususnya terkait standar sanitasi, kualitas bahan baku, dan rantai distribusi.

Pengawasan Berlapis: Mengharuskan peningkatan koordinasi antarlembaga demi memperketat pengawasan gizi di lingkungan sekolah.

“Program yang bertujuan baik tidak boleh tercoreng oleh kelalaian. Jika ada kesalahan, harus diperbaiki. Jika ada pelanggaran, harus ditindak!” tegas perwakilan Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung.

Prioritas Keselamatan Siswa
DPRD juga menekankan pentingnya transparansi informasi kepada wali murid agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Pihak legislatif menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dialog antara pemerintah daerah dan instansi teknis guna memastikan keamanan pangan di sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam terhadap penyedia jasa makanan terkait, sementara para korban terus mendapatkan pemantauan intensif dari tim medis setempat.(sup)