Misi Bangkitkan ‘Legenda’ Jalanan: Dishub Bandar Lampung Beri Lampu Hijau Uji Coba Angkot Lawas!
BANDAR LAMPUNG – Era kejayaan Angkutan Kota (Angkot) di Kota Tapis Berseri yang perlahan memudar coba dihidupkan kembali. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung kini tengah meramu strategi khusus untuk memancing semangat para pemilik armada agar kembali meluncur di aspal jalanan kota.
Langkah berani pun diambil: Izin uji coba trayek bagi armada angkot lama. Kebijakan ini menjadi angin segar sekaligus tantangan bagi para pengusaha transportasi yang selama ini terhimpit modernisasi.
Kompromi Demi Ekonomi: ‘Cek Ombak’ Pakai Armada Lama
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengakui bahwa syarat peremajaan armada menjadi batu sandungan utama. Secara aturan, angkot yang beroperasi idealnya menggunakan unit tahun muda demi kenyamanan. Namun, realita ekonomi berkata lain.
“Para pemilik masih ragu mengambil cicilan kendaraan baru karena pendapatan belum stabil. Maka, kami beri kompromi: silakan pakai unit lama dulu untuk uji coba trayek,” jelas Socrat.
Jika dalam masa uji coba ini potensi pasar terbukti bagus dan jumlah penumpang kembali stabil, Dishub berharap para pemilik armada memiliki keberanian dan modal untuk mulai memperbarui kendaraan mereka secara bertahap.
Peta Jalur: Tetap Setia di Rute Konvensional
Meski armadanya diberi kelonggaran, Socrat memastikan tidak ada perubahan jalur. Angkot-angkot ini akan tetap melayani rute “legendaris” yang sudah akrab di telinga warga:
Rajabasa – Tanjung Karang
Way Halim – Tanjung Karang
Tanjung Karang – Panjang
Tanjung Karang – Kemiling
Saat ini, diperkirakan hanya tersisa sekitar 80 unit angkot yang masih aktif beroperasi di seluruh penjuru kota. Angka ini menjadi bukti nyata betapa drastisnya penurunan transportasi publik ini dibandingkan dekade sebelumnya.
Keamanan Tetap Harga Mati
Walaupun unit lama diizinkan “turun gunung”, Dishub tidak memberikan cek kosong. Standar keselamatan tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Di satu sisi kita ingin menghidupkan kembali angkutan kota, tapi di sisi lain, aspek keamanan dan kenyamanan pengguna tetap harus dipenuhi. Perbaikan harus dilakukan bertahap,” tegas Socrat.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan mata pencaharian para sopir angkot, tetapi juga memberikan alternatif transportasi bagi warga yang merindukan kemudahan mobilitas di jalur-jalur utama kota.(nda)