Waspada Cuaca Ekstrem! Bandar Lampung Siaga 24 Jam Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor
BANDAR LAMPUNG – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandar Lampung belakangan ini memicu alarm kewaspadaan bagi seluruh warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ratusan kejadian bencana telah melanda sepanjang tahun lalu, dan tren ini tampak masih berlanjut di awal 2026.
Refleksi 2025: Februari Jadi Bulan Paling “Basah”
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengungkapkan data mengejutkan sepanjang tahun 2025. Tercatat ada 285 kejadian banjir dan 53 titik tanah longsor yang menghantam Kota Tapis Berseri.
“Tahun lalu, puncak kejadian banjir terjadi pada bulan Februari dengan 111 titik genangan. Begitu juga dengan tanah longsor yang paling banyak muncul di bulan Februari dan April,” jelas Idham.
Memasuki tahun 2026, intensitas hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Sepanjang Januari saja, sudah tercatat 51 kejadian banjir, disusul 7 peristiwa tanah longsor pada Februari. Angka ini diprediksi masih akan bertambah seiring curah hujan deras dan angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir.
Panduan Keselamatan saat Cuaca Ekstrem
Menghadapi prediksi cuaca buruk yang diperkirakan bertahan hingga bulan depan, Idham mengeluarkan imbauan tegas bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan:
Hindari “Peneduh Maut”: Jangan berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau konstruksi besi yang terlihat rapuh saat angin kencang.
Pengendara Motor: Lebih baik berhenti sejenak dan mencari bangunan yang kokoh jika hujan lebat turun, daripada memaksakan berkendara dengan jarak pandang terbatas.
Cek Saluran Air: Pastikan drainase di sekitar rumah tidak tersumbat sampah untuk mencegah air meluap ke dalam hunian.
Sinergi Satgas 24 Jam
Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan tidak akan membiarkan warga berjuang sendirian. Saat ini, tim Satgas Terpadu telah disiagakan selama 24 jam penuh untuk merespons setiap laporan bencana.
“Alhamdulillah, kita memiliki sinergi kuat antara BPBD, Damkarmat, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Dinas PU. Kami bersinergi menangani setiap laporan yang masuk secara cepat,” pungkas Idham.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan segera menghubungi Call Center darurat jika melihat atau mengalami kejadian bencana di lingkungan sekitar.(nda)