Bunda Eva “Pasang Badan”: Instruksikan Sapu Bersih Data Penerima Bantuan hingga Sentil Balai Sungai yang “Banyak Diam”

BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menunjukkan taringnya dalam menangani dampak banjir yang melanda Kota Tapis Berseri. Memimpin langsung penyaluran bantuan di Kecamatan Sukarame pada Minggu (8/3/2026), ia menegaskan tidak boleh ada satu pun warga terdampak parah yang terlupakan.

Hingga hari ini, total 1.202 warga di empat kecamatan (Sukarame, Tanjung Seneng, Rajabasa, dan Sukabumi) telah menerima paket bantuan beras 10 kg dan uang tunai Rp1 juta. Di Sukarame saja, data penerima membengkak menjadi 438 warga setelah penyisiran ulang.
“Jika ada yang benar-benar terdampak tapi belum terdata, segera lapor ke kecamatan! Akan langsung kita berikan bantuannya,” tegas Bunda Eva.

Ia memerintahkan camat dan lurah untuk masuk ke gang-gang sempit guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Namun, di balik aksi kemanusiaan tersebut, terselip kekecewaan mendalam. Bunda Eva menumpahkan kekesalannya terhadap lambannya respons Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ia menilai, semaksimal apa pun Pemkot membangun drainase, banjir akan tetap menghantui jika sungai utama tidak dinormalisasi oleh pihak Balai.
“Drainase sudah kita bangun tinggi, kita kerja siang malam. Tapi kendalanya di sungai besar, itu wewenang Balai. Kita tidak bisa apa-apa kalau Balai-nya banyak diam,” cetusnya.

Masalah ego sektoral ini rencananya akan ia “meja-hijaukan” dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Lampung, Senin (9/3) besok.

Mengakhiri kunjungannya, suasana berubah haru saat Bunda Eva memberikan pesan khusus kepada para orang tua. Di tengah cuaca yang masih ekstrem, ia meminta warga ekstra waspada.
“Bunda minta tolong, jaga anak-anak kita. Jangan biarkan mereka bermain air banjir. Kita tidak ingin ada lagi kejadian nahas karena arus yang tidak terduga,” pungkasnya.(nda)