Tembok Rumah Warga di Gang Jagal Jebol Terjang Banjir, Dinas PU Bandar Lampung Gerak Cepat Lakukan Perbaikan

BANDAR LAMPUNG – Meski hujan hanya mengguyur dalam hitungan jam, dampaknya menyisakan luka bagi warga di Gang Jagal, Kalibalau Kencana. Salah satu rumah di RT 03 LK 1 Kecamatan Kedamaian mengalami kerusakan parah setelah diterjang banjir setinggi pinggang dewasa yang menyebabkan tembok bangunan jebol seketika.

Merespons kejadian tersebut, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, langsung memberikan instruksi khusus kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dedi Sutiyoso. Tak butuh waktu lama, Kabid Cipta Karya, Eko Ismanto, bersama tim teknis langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan perbaikan.
“Kami langsung menyisir kawasan terdampak. Untuk rumah yang temboknya jebol, hari ini juga puing-puingnya kita bersihkan dan langsung mulai kami perbaiki bersama tim,” ujar Eko Ismanto Senin (9/3/2026).

Eko mengungkapkan bahwa musibah ini merata di berbagai wilayah. Meski Pemkot telah rutin melakukan pengerukan drainase dan pembersihan sampah, ada satu faktor krusial yang luput di lingkungan pemukiman warga, yakni ketiadaan sumur resapan.
“Pemerintah sudah berupaya maksimal dengan normalisasi drainase, namun di lapangan kami temukan banyak pemukiman yang tidak memiliki sumur resapan. Akibatnya, air tidak dapat tertampung dan meluap dalam hitungan menit,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Eva Dwiana atau Bunda Eva terus memastikan sisi kemanusiaan tetap terjaga. Hingga saat ini, tercatat 1.202 warga di empat kecamatan (Sukarame, Tanjung Seneng, Rajabasa, dan Sukabumi) telah menerima bantuan beras 10 kg dan uang tunai Rp1 juta.
Bunda Eva kembali menegaskan agar jajarannya tidak kaku dalam pendataan. “Jangan sampai ada yang terlewat. Jika ada warga yang benar-benar terdampak tapi belum terdata, segera lapor ke kecamatan. Akan langsung kita berikan bantuan,” tegasnya.

Aksi gerak cepat Pemkot ini dilakukan di tengah kekecewaan Bunda Eva terhadap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ia menilai kerja keras pemerintah daerah dalam membangun drainase akan sia-sia jika sungai-sungai besar yang menjadi kewenangan pusat tetap dibiarkan tanpa normalisasi.
“Kami di daerah sudah kerja siang malam. Tapi kalau sungai besarnya tidak disentuh oleh Balai, banjir akan terus menghantui. Kita tidak bisa bergerak sendiri jika pihak Balai banyak diam,” pungkas Bunda Eva.(nda)