Kejutan Manis di Tugu Adipura: Bunda Eva Turun ke Jalan, Bagikan 3.600 Toples Kue Kering untuk Pengendara

BANDAR LAMPUNG – Selasa (17/3/2026) sore yang sibuk di jantung Kota Bandar Lampung mendadak berubah penuh senyum. Di tengah deru mesin dan padatnya arus lalu lintas Jalan Raden Inten, sosok Wali Kota Eva Dwiana tiba-tiba muncul di antara barisan kendaraan, memecah kekakuan rutinitas jalanan dengan sapaan hangat.

 

Mengenakan batik biru khas pemda, wanita yang akrab disapa Bunda Eva ini turun langsung menyisir lampu merah Tugu Adipura. Tak sedikit pengendara, mulai dari ojek online hingga sopir angkot, awalnya mengira sedang ada razia besar-besaran. Namun, ketegangan itu seketika lumer saat Bunda Eva menyodorkan toples berisi nastar dan putri salju.

“Ini buat keluarga di rumah ya, Pak. Hati-hati di jalan dan tetap semangat,” ucap Bunda Eva lembut saat menyerahkan bingkisan kepada seorang driver ojol yang tampak terkejut sekaligus sumringah.

 

Aksi “gerilya” kebaikan ini menyasar berbagai lapisan masyarakat yang melintas di titik tersibuk Kota Tapis Berseri. Sebanyak 3.600 toples kue kering disiapkan dalam kotak-kotak besar dan dibagikan langsung saat kendaraan berhenti menunggu lampu hijau.

“Kirain ada pemeriksaan surat-surat, eh ternyata malah dikasih kue Lebaran. Alhamdulillah, anak-anak di rumah pasti senang,” ujar salah seorang pengendara motor dengan wajah ceria.

 

Pemilihan Tugu Adipura sebagai lokasi berbagi bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan titik temu para pekerja harian dan masyarakat umum yang berjuang di kerasnya aspal jalanan setiap hari. Melalui momen ini, Bunda Eva ingin menghadirkan sisi humanis kepemimpinan yang menyentuh langsung ruang publik, tanpa sekat protokoler yang kaku.

 

Menjelang petang, ribuan toples kue tersebut ludes berpindah tangan. Jalan Raden Inten yang biasanya bising oleh suara klakson, sore itu sempat berubah menjadi panggung penuh terima kasih dan doa-doa tulus dari warga untuk pemimpinnya. Sebuah cerita sederhana, namun berhasil menghangatkan hati warga Bandar Lampung di tengah hiruk-pikuk kota. (Nda)