Kisah Siti Khodijah di Lereng Bukit Sakal: Berjuang Jual Kerupuk, Kini Disapa Hangat “Tangan Kanan” Bunda Eva
BANDAR LAMPUNG – Di sebuah rumah semi-permanen di kawasan lereng Bukit Sakal, Kelurahan Pidada, Siti Khodijah terus berjuang. Sebagai ibu tunggal, ia menyambung hidup dengan berjualan kerupuk dan kue brownies demi menghidupi tiga buah hatinya.
Namun, Sabtu (4/4), sunyinya lereng bukit itu pecah oleh kehadiran rombongan Pemerintah Kecamatan Panjang. Merespons cepat laporan warga, Camat Panjang, Hendry Satria Jaya, turun langsung memastikan negara hadir di tengah peluh Siti Khodijah.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Hendry memastikan bahwa Siti adalah penerima aktif berbagai program bantuan sosial, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga bantuan beras Bapana.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah memberikan informasi. Alhamdulillah, kami sudah bertemu langsung dan memastikan bantuan untuk Ibu Siti tetap berjalan,” ujar Hendry dengan hangat.
Persoalan pendidikan anak-anak Siti pun tak luput dari perhatian. Meski sempat ada kendala perpindahan sekolah, tim pendamping PKH menjamin dana Program Indonesia Pintar (PIP) akan kembali aktif di semester mendatang.
Sesuai instruksi Wali Kota Eva Dwiana, penanganan keluarga Siti Khodijah akan dilakukan secara komprehensif melalui empat langkah konkret:
1. Bedah Rumah: Rumah Siti akan segera diusulkan masuk program Bedah Rumah Pemkot Bandar Lampung agar lebih layak huni.
2. Tertib Administrasi: Anak bungsu Siti yang berusia 4 tahun ternyata belum memiliki Akta Kelahiran. Pihak kecamatan akan memfasilitasi pembuatan dokumen kependudukan ini agar si kecil terdaftar dalam sistem bantuan.
3. Intervensi Gizi: Puskesmas Panjang akan memberikan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk menjamin tumbuh kembang si bungsu.
4. Beasiswa Pendidikan: Jaminan sekolah bagi anak-anak Siti akan dikawal melalui program Beasiswa Pemkot atau Sekolah Rakyat.
Pendamping Sosial PKH, Isnan Subegi, mengapresiasi gerak cepat ini. Ia menyebut hampir seluruh anggota keluarga Siti sudah ter-cover BPJS Kesehatan (KIS). Di akhir kunjungan, rombongan juga menyerahkan bantuan sembako dan santunan materiil untuk meringankan beban harian keluarga tangguh ini.
“Kami akan terus memantau dan mendampingi keluarga Ibu Siti. Ini adalah komitmen nyata pelayanan kami,” tutup Hendry.
Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa di tengah hiruk-pikuk kota, jeritan warga di pelosok lereng bukit pun tetap terdengar dan dijawab dengan tindakan nyata.(nda)