Harga Plastik di Bandar Lampung Naik hingga 50 Persen, Pedagang Keluhkan Dampaknya

Bandar Lampung – Kenaikan harga plastik di sejumlah daerah mulai dirasakan para pedagang, termasuk di Pasar Induk Tamin, Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. Seorang pedagang plastik, Nazarudin, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi dengan persentase yang bervariasi, tergantung jenis plastik.

“Untuk di Lampung sendiri, khususnya di sini, kenaikan harga plastik itu beda-beda, tergantung jenisnya. Ada yang naik 30 persen, 40 persen, bahkan sampai 50 persen,” ujar Nazarudin saat ditemui pada Jumat (10/04/2026).

Ia menjelaskan, jenis plastik tertentu seperti kantong asoy dan plastik PE mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan jenis lainnya. Harga yang sebelumnya relatif stabil kini melonjak cukup signifikan.

“Yang sampai 50 persen itu seperti kantong asoy. Plastik PE juga lebih tinggi dari jenis lain. Saya kurang paham penyebab pastinya, mungkin karena kandungan bahannya lebih banyak. Misalnya, yang biasanya kita jual Rp8.000 sekarang sudah naik sampai Rp13.000 lebih,” jelasnya.

Menurut Nazarudin, ketidakstabilan harga juga sempat membuatnya mengalami kesalahan dalam penjualan. “Kemarin saya sempat salah jual karena harganya memang tidak stabil,” tambahnya.

Terkait penyebab kenaikan, ia mengaku mendapat informasi bahwa kondisi global turut memengaruhi harga plastik, khususnya karena konflik internasional yang berdampak pada harga minyak mentah sebagai bahan baku utama plastik.

“Katanya akibat perang antara Iran, Israel, dan Amerika. Produk plastik ini kan turunan dari minyak mentah, jadi ikut terdampak,” ujarnya.

Dampak kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh para pedagang. Modal usaha meningkat, sementara daya beli masyarakat justru menurun, sehingga keuntungan menjadi semakin tipis.

“Pengaruhnya ke kita, harga modal jauh lebih tinggi, konsumsi masyarakat berkurang. Akhirnya keuntungan tipis. Konsumen juga banyak yang mengeluh, katanya ini bukan naik harga lagi tapi ‘pindah harga’,” kata Nazarudin.

Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga plastik di pasaran, mengingat kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.

“Harapan saya semoga harga plastik segera stabil dan pemerintah bisa cari jalan keluar. Apalagi masyarakat lagi susah, ditambah harga plastik naik,” tutupnya.