Update Masterplan Banjir 2026: Strategi Baru Bunda Eva Tangani Luapan Air dari Hulu ke Hilir

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung tancap gas menuntaskan penyusunan masterplan penanganan banjir yang ditargetkan rampung pada tahun 2026 ini. Dokumen strategis yang didanai langsung oleh kementerian tersebut akan menjadi kompas baru dalam menangani krisis luapan air secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, menjelaskan bahwa pembaruan masterplan ini sangat mendesak dilakukan karena kondisi geografis dan pola pemukiman pascabanjir telah banyak berubah.

“Tahun ini teknis pelaksanaannya harus selesai. Dokumen ini akan memetakan strategi jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang secara mendetail,” ujar Wilson, Kamis (7/5/2026).

Pemkot Bandar Lampung telah memetakan skala prioritas penanganan untuk segera dieksekusi:

1. Jangka Pendek (Aksi Cepat): Fokus pada pengerukan sedimen sungai, pembersihan lingkungan, pembuatan sumur resapan/biopori, serta pembongkaran bottleneck (penyempitan) di bawah jembatan dan siring.
2. Jangka Menengah & Panjang (Infrastruktur Besar): Pembangunan pengendali banjir skala besar seperti kolam retensi dan embung seluas hingga 5 hektare.

“Untuk membangun embung seluas itu butuh anggaran puluhan miliar, maka masuk dalam rencana jangka panjang. Namun, pondasi perencanaannya sudah harus terlihat di masterplan tahun ini,” tambah Wilson.

Wilson menegaskan bahwa banjir di Bandar Lampung bukan masalah yang bisa diselesaikan sendirian oleh Pemkot. Diperlukan sinergi erat karena melibatkan kewenangan lintas instansi, mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi Lampung, hingga koordinasi dengan kabupaten tetangga di wilayah hulu.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Masterplan ini adalah panduan kerja kolaboratif. Dengan dukungan kementerian dan sinergi antar-daerah, kami optimis persoalan banjir di Kota Bandar Lampung dapat teratasi secara tuntas,” pungkasnya.(nda)