Geliat “Pintu Gerbang Sumatra”: Investasi Bandar Lampung Melejit Rp744,6 Miliar di Awal 2026
BANDAR LAMPUNG – Kota Bandar Lampung mengawali tahun 2026 dengan catatan ekonomi yang impresif. Sebagai kota yang dijuluki “Pintu Gerbang Sumatra”, realisasi investasi di wilayah ini berhasil menembus angka Rp744,6 miliar hanya dalam kurun waktu tiga bulan pertama (Triwulan I) tahun ini.
Capaian fantastis ini menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan para pemodal, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, terhadap iklim usaha di Kota Tapis Berseri tetap kokoh.
Dari total Rp744,6 miliar tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi Rp530,4 miliar. Sementara itu, arus modal asing (PMA) menyumbang Rp214,2 miliar.
Menariknya, Singapura kian menancapkan kukunya sebagai investor asing paling loyal di Bandar Lampung dengan kucuran dana mencapai Rp195,3 miliar. Diikuti oleh investor asal India, Malaysia, Jepang, hingga Spanyol yang turut meramaikan pasar lokal.
Sektor Jasa: “Mesin” Utama Ekonomi Perkotaa
Bukan industri berat, melainkan sektor jasa (tersier) yang menjadi bintang utama dengan penguasaan lahan sebesar 70,39 persen. Modernisasi kota terlihat jelas dari subsektor yang paling banyak diserbu investor:
1. Transportasi & Komunikasi: Rp159,1 miliar (Efek konektivitas antarprovinsi).
2. Hotel & Restoran: Rp154,8 miliar (Geliat pariwisata dan bisnis).
3. Jasa Lainnya: Rp140,6 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bandar Lampung, Febriana, menyebutkan bahwa tren ini selaras dengan karakter kota sebagai pusat perdagangan. “Ini indikator positif. Bandar Lampung tetap menjadi tujuan investasi yang menarik karena mobilitas masyarakat yang terus tumbuh,” ungkapnya.
Pemerintah Kota tidak ingin berpuas diri. Dengan pelayanan perizinan yang diklaim kian cepat dan mudah, Bandar Lampung menargetkan pertumbuhan investasi yang lebih masif di sisa tahun ini. Harapannya sederhana namun vital: ekonomi daerah melesat, lapangan kerja baru bagi warga lokal pun semakin terbuka lebar.(nda)