Bangun Koridor Wisata Pesisir, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Dorong Lampung Jadi Motor Baru Ekonomi Pariwisata

Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mulai membangun fondasi baru pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan koridor wisata pesisir yang menghubungkan Bandar Lampung, Pesawaran, hingga Tanggamus. Strategi tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai penggerak investasi, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, pembangunan jalan tidak lagi diposisikan sebatas proyek infrastruktur, melainkan sebagai instrumen untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang kawasan pesisir Lampung.

Salah satu hasil yang mulai dirasakan masyarakat adalah memangkas waktu tempuh jalur Bandar Lampung–Teluk Kiluan–Pantai Gigi Hiu dari sekitar empat jam menjadi hanya sekitar 2,5 jam. Peningkatan konektivitas tersebut diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik destinasi wisata unggulan Lampung.

Pemerintah Provinsi Lampung memulai penguatan konektivitas melalui pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata–Lempasing–Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer, yang merupakan akses utama menuju kawasan wisata Kabupaten Pesawaran.

Selama bertahun-tahun ruas tersebut menjadi salah satu titik kemacetan terpadat saat akhir pekan dan musim liburan. Untuk meningkatkan kapasitas jalan, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran Rp96,3 miliar guna memperlebar jalan menjadi 14 meter, lengkap dengan konstruksi rigid pavement, drainase, bahu jalan, serta fasilitas keselamatan lalu lintas.

Menurut Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, pembangunan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pembangunan ekonomi berbasis pariwisata.

“Potensi pariwisata di Bandar Lampung, Pesawaran, hingga Lampung Selatan sangat besar. Karena itu akses menuju kawasan wisata harus diperkuat agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain pelebaran jalan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempercepat penanganan ruas Padang Cermin–Teluk Kiluan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak sebesar Rp48,2 miliar.

Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik yang selama ini mengalami kerusakan berat sehingga menghambat mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan provinsi ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.

Gubernur menilai konektivitas dari Pesawaran hingga Tanggamus akan membentuk koridor wisata pesisir yang terintegrasi dan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Ketika jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan lahir kawasan wisata pesisir yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan memberi manfaat bagi masyarakat di sepanjang jalur tersebut,” katanya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mulai membangun akses menuju Pantai Gigi Hiu melalui ruas Teluk Kiluan–Simpang Umbar, destinasi wisata yang dikenal luas karena formasi batu karang unik dengan panorama Samudra Hindia.

Tahap awal pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.

Perbaikan akses tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang investasi di kawasan pesisir yang selama ini masih terkendala infrastruktur.

Bagi Pemerintah Provinsi Lampung, pembangunan infrastruktur merupakan pintu masuk untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih luas.

Koridor wisata pesisir diproyeksikan tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, perikanan, kuliner, investasi, hingga memperlancar distribusi hasil pertanian dan perikanan masyarakat.

“Jalan yang baik harus diikuti dengan tumbuhnya investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan aktivitas wisata. Dengan begitu manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Gubernur.

Strategi pembangunan koridor wisata pesisir menunjukkan perubahan pendekatan pembangunan di Provinsi Lampung. Infrastruktur tidak lagi dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperluas investasi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan semakin terbukanya akses menuju berbagai destinasi unggulan, Lampung diproyeksikan memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatra sekaligus menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.