Kecewa Aspirasi Tak Digubris, Mahasiswa Bakar Ban Saat Demo di DPRD Lampung
Bandar Lampung – Ratusan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Provinsi Lampung, Senin (15/6/2026).
Aksi yang dimulai sejak pagi sekitar pukul 09.00 WIB itu berlangsung hingga siang dengan diwarnai berbagai tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah daerah.
Dalam jalannya aksi, massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait isu pendidikan, ekonomi, hingga kebijakan nasional. Sekitar pukul 12.30 WIB, demonstrasi sempat memanas ketika sejumlah mahasiswa membakar ban bekas di depan lokasi aksi sebagai simbol kekecewaan terhadap respons pemerintah.
Para peserta aksi menilai berbagai tuntutan yang selama ini disuarakan belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Lampung. Kekecewaan tersebut disampaikan melalui orasi yang bergantian disampaikan oleh para mahasiswa.
“Sudah berkali-kali kami turun ke jalan, tetapi suara kami tetap tidak didengar,” ujar salah satu orator di hadapan massa aksi.
Meski diwarnai aksi pembakaran ban, situasi demonstrasi tetap berlangsung tertib dan kondusif. Aparat keamanan berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan aksi berjalan aman serta mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.
Hingga siang hari, mahasiswa masih bertahan di depan gedung DPRD Lampung sambil terus menyampaikan tuntutan mereka melalui mimbar bebas.
Adapun sejumlah tuntutan yang dibawa mahasiswa dalam aksi tersebut meliputi prioritas pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis; penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM; penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa (Kopdes); hingga revisi Undang-Undang Polri dan penghentian praktik militerisme di ruang sipil