Dinkes Bandar Lampung Gelar Lomba Puskesmas Berprestasi dan Media Sosial
BANDAR LAMPUNG – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menggulirkan program Lomba Puskesmas Berprestasi untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Lomba ini akan menjadi agenda tahunan dengan sistem piala bergilir bagi puskesmas terbaik.
Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung Muhtadi A. Temenggung mengatakan, penilaian lomba meliputi capaian program, pelayanan, dan inovasi yang dilakukan puskesmas.
“Kita melakukan lomba Puskesmas berprestasi. Yang dinilai itu capaian program, pelayanan, dan inovasi yang dilakukan puskesmas. Nanti akan kita jadikan agenda tahunan dan ada piala bergilirnya,” kata Muhtadi, Selasa(23/06/2026).
Selain lomba puskesmas berprestasi, Dinkes juga menggelar lomba media sosial antar puskesmas. Ini pertama kali dilaksanakan sejak Muhtadi menjabat sebagai kepala dinas.
Lomba mencakup konten edukasi kesehatan melalui platform TikTok dan Instagram, serta produksi film pendek yang diunggah ke YouTube.
Menurut Muhtadi, materi yang dilombakan harus berisi edukasi kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Contohnya pencegahan demam berdarah dengue, penanganan stunting, hingga program promotif dan preventif puskesmas.
“Materinya terkait edukasi kesehatan masyarakat. Misalnya bagaimana mencegah DBD atau bagaimana puskesmas melakukan kegiatan untuk menurunkan angka stunting. Semua dibuat sendiri oleh puskesmas dan harus orisinal,” ujarnya.
Pemenang lomba akan mendapatkan trofi serta piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung.
Muhtadi menegaskan, kompetisi tidak sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi sarana evaluasi sekaligus memacu puskesmas agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Menariknya, aspek pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu indikator utama penilaian. Keluhan masyarakat terkait sikap petugas maupun kualitas layanan akan menjadi bahan evaluasi tim penilai.
“Kalau ada penilaian negatif terhadap pelayanan puskesmas tentu menjadi perhatian kami. Itu juga masuk dalam aspek yang dinilai,” tegasnya.
Proses penilaian diawali seleksi administrasi berdasarkan data Dinkes. Selanjutnya dipilih lima besar puskesmas terbaik untuk menjalani verifikasi lapangan.
Untuk lomba media sosial, Dinkes melibatkan sejumlah wartawan senior sebagai tim penilai guna memastikan objektivitas karya masing-masing puskesmas.
Melalui kompetisi tersebut, Dinkes berharap seluruh puskesmas di Bandar Lampung semakin kreatif memberikan edukasi kesehatan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan.(nda)