Proyek Living Plaza Rajabasa Hidup Lagi, DPRD Desak Pengembang Temui Warga dan Buka Skema Antisipasi Banjir
Bandar Lampung – Proyek pembangunan Living Plaza di Rajabasa yang sempat terhenti akibat penolakan warga kini kembali berjalan. Meski pihak pengembang dikabarkan telah menyiapkan embung dan saluran drainase sebagai solusi untuk mengantisipasi banjir, langkah tersebut justru masih menyisakan tanda tanya di kalangan masyarakat terdampak.
Warga mengaku hingga kini belum pernah menerima penjelasan langsung dari pihak Living Plaza terkait pembangunan tersebut. Mereka mempertanyakan apakah embung dan parbaikan drainase benar-benar mampu mengatasi potensi banjir yang sebelumnya menjadi alasan utama penolakan proyek.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung, Romi Husin, menegaskan bahwa DPRD mendukung iklim investasi di daerah. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan kepatuhan investor terhadap seluruh aturan, termasuk keterbukaan informasi kepada masyarakat, pada selasa (30/06).
“DPRD Kota Bandar Lampung, khususnya Komisi I, tidak pernah menghalangi investor untuk berinvestasi. Tetapi mereka harus menjalankan seluruh kebijakan dan aturan yang berlaku di Kota Bandar Lampung, salah satunya melakukan sosialisasi mengenai investasi, dampak, serta manfaatnya bagi masyarakat setempat,” kata Romi Husin.
Menurutnya, investasi tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memperhatikan aspirasi masyarakat yang berpotensi terdampak langsung.
Karena itu, Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung akan memanggil pihak Living Plaza untuk meminta penjelasan mengenai proses perizinan, sosialisasi kepada warga, serta kesiapan sistem pengendalian banjir yang dijanjikan.
“Kita akan panggil nanti pihak Living Plaza karena kami memang mengawasi seluruh sektor yang berkaitan dengan perizinan,” tegasnya.
Komisi I berharap pertemuan tersebut dapat menjawab kekhawatiran warga sekaligus memastikan proyek berjalan sesuai ketentuan, tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. (*)