JPU Tunggu Vonis Hakim Sebelum Sikapi Dugaan Surat Keberatan Palsu di Kasus Korupsi SPAM Pesawaran
Bandar Lampung – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung belum mengambil langkah terkait dugaan surat keberatan palsu yang disebut dikirim ke Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesawaran. Jaksa memilih menunggu putusan majelis hakim sebelum menentukan sikap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Penuntutan Kejati Lampung, Agus Kurniawan, mengakui isu mengenai surat tersebut berulang kali mencuat selama persidangan. Dugaan itu disampaikan langsung oleh terdakwa Zainal Fikri di hadapan majelis hakim.
“Memang pada dasarnya beberapa kali persidangan terungkap keterangan tersebut,” kata Agus, Selasa, 7 Juli 2026.
Meski isu itu telah muncul dalam proses pembuktian, Kejati Lampung belum akan mengambil tindakan. Fokus JPU, kata Agus, masih tertuju pada penyelesaian perkara pokok dugaan korupsi SPAM Pesawaran hingga majelis hakim menjatuhkan putusan.
“Kita menunggu hasil akhir putusan majelis hakim. Intinya, kita sama-sama mendengar terlebih dahulu pertimbangan dan putusan tersebut,” ujarnya.
Usai putusan dibacakan, tim JPU akan mengevaluasi seluruh fakta yang terungkap di persidangan, termasuk keterangan mengenai dugaan surat keberatan palsu. Hasil evaluasi itu selanjutnya akan dilaporkan kepada Kepala Kejati Lampung sebagai dasar penentuan langkah berikutnya.
“Setelah itu akan dirapatkan dan yang memutuskan langkah selanjutnya adalah Bapak Kepala Kejati Lampung,” jelas Agus.
Agus menegaskan pihaknya belum ingin berspekulasi mengenai dugaan surat tersebut. Menurutnya, seluruh keterangan yang muncul di persidangan masih menjadi bagian dari proses pembuktian dan belum serta-merta menjadi fakta hukum.
“Yang disampaikan di persidangan memang menjadi bagian dari proses pembuktian. Namun, apakah nantinya menjadi fakta hukum dan masuk dalam pertimbangan putusan, itu merupakan kewenangan penuh majelis hakim,” pungkasnya.
Versi ini memperkuat lead dengan langsung menyoroti inti persoalan, mengurangi pengulangan, dan membuat alur berita lebih padat. Jika Anda menginginkan gaya yang lebih investigatif atau lebih “menggigit” untuk media online, saya juga bisa menyusunnya dengan judul dan lead yang lebih kuat tanpa melampaui fakta yang tersedia.