Fauzi Heri Apresiasi Peluncuran Satelit Lampung-1, Dorong Pertanian Berbasis Data untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Bandar Lampung – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Gerindra, Fauzi Heri, S.T., S.H., M.H., menyambut positif peluncuran Satelit Lampung-1 sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat pembangunan berbasis data tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Fauzi Heri, kehadiran Satelit Lampung-1 menjadi terobosan penting dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Provinsi Lampung, pada Selasa, (4/8/2026).
“Saya menyambut baik peluncuran Satelit Lampung-1 sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pembangunan berbasis data tanpa membebani APBD,” ujar Fauzi Heri.
Ia menjelaskan, teknologi hyperspectral yang dipadukan dengan Artificial Intelligence (AI) akan memberikan kemampuan bagi pemerintah untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai kondisi lahan, luas tanam, kesehatan tanaman, hingga mendeteksi potensi kekeringan maupun serangan hama sejak dini.
“Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga program pembangunan di sektor pertanian dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” katanya.
Fauzi menilai, pemanfaatan teknologi tersebut sangat relevan dengan kondisi perekonomian Lampung yang masih bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan. Ia mengutip capaian pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I Tahun 2026 yang mencapai 5,58 persen, sebagai indikator bahwa sektor unggulan daerah harus terus diperkuat melalui kebijakan yang terintegrasi dan berbasis data.
Menurutnya, Satelit Lampung-1 juga memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan informasi yang lebih akurat mengenai kondisi lahan dan tanaman, pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif terhadap berbagai risiko produksi sehingga mampu menekan potensi gagal panen.
Ia juga menyoroti tren positif Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung yang terus mengalami peningkatan, dari 109,36 pada 2023, menjadi 129,32 pada 2025, dan kembali naik menjadi 129,90 pada Juni 2026.
“Capaian tersebut merupakan momentum yang harus terus dijaga melalui kebijakan berbasis data yang mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat daya saing sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sebagai Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung yang membidangi sektor perekonomian, Fauzi berharap data yang dihasilkan Satelit Lampung-1 tidak berhenti pada tahap perencanaan pembangunan semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai instrumen dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor strategis.
“Saya berharap data yang dihasilkan Satelit Lampung-1 benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas komoditas unggulan Lampung, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi daerah,” tutupnya. (Cup)