Pemkot Bandar Lampung Buka Suara Soal Program Bantuan Ibadah Lintas Agama

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung menegaskan seluruh program bantuan ibadah yang dijalankan selama ini telah sesuai dengan regulasi dan prosedur yang berlaku. Hal itu disampaikan untuk menjawab berbagai pertanyaan publik terkait kenaikan biaya perjalanan ibadah.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Bandar Lampung, Jhoni Asman, mengatakan penyesuaian anggaran memang terjadi seiring dengan fluktuasi harga dan kenaikan mata uang dolar, terutama untuk komponen biaya umroh.

“Regulasi program selama ini yang sudah kita jalankan sudah sesuai prosedural. Kita juga sudah tahu, harga komponen umroh dan adanya kenaikan mata uang dolar,” ujar Jhoni kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).

Jhoni menjelaskan, program bantuan ibadah di Bandar Lampung tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam saja. Pemkot juga memfasilitasi umat beragama lain.

“Program ini berjalan untuk semua lintas agama dan dikoordinir. Walaupun untuk yang Nasrani dalam keagamaannya sedikit berbeda. Untuk yang ke Vatikan hanya beberapa orang saja, jadi untuk yang di Indonesia saja,” katanya.

Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen Pemkot dalam memberikan pelayanan yang adil dan merata kepada seluruh umat beragama di Kota Tapis Berseri.

Di tengah pelaksanaan program, Jhoni mengajak masyarakat untuk terus mendukung kebijakan Wali Kota. Ia juga membuka ruang kritik dan saran agar program ke depan bisa berjalan lebih baik.

“Mari kita dukung program Wali Kota untuk masyarakat Kota Bandar Lampung. Kalaupun ada saran dan kritik berikan saja. Tidak ada yang sempurna di setiap pekerjaan. Semuanya demi masyarakat, untuk masyarakat. Banyak juga masyarakat yang diberikan fasilitas tersebut,” harapnya.

Pemkot Bandar Lampung berharap, melalui program ini semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di kota ini dapat terus terjaga. (nda)