Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Olah Sampah Pasar Jadi Pupuk Organik

BANDAR LAMPUNG – Pemprov Lampung dorong kolaborasi pengelolaan sampah organik pasar menjadi pupuk organik.

Hal itu disampaikan Wagub Jihan Nurlela saat audiensi dengan Yayasan Muda Inspirasi Restorasi Zakat Alam di Kantor Gubernur, Selasa 18/8/2026.

Ketua Yayasan Adyanta Karo Karo menyebut 61% sampah adalah organik. Potensi ini bisa diolah jadi pupuk untuk dukung ketahanan pangan. Yayasan sudah uji coba di Desa Fajar Baru, Lampung Selatan, dengan mengolah sampah dari Pasar Jatimulyo melalui fermentasi.

Kendalanya, sampah pasar masih banyak langsung ke TPA tanpa pilah. Ia meminta dukungan DLH untuk pasokan sampah, Disperindag untuk distribusi pupuk, dan Dinas Pertanian untuk mendorong produk ini jadi unggulan.

Wagub Jihan mengapresiasi inisiatif tersebut. Namun ia menegaskan pengelolaan sampah pasar kewenangannya ada di kabupaten/kota. Pemprov hanya bisa memfasilitasi dan memediasi agar yayasan bisa kerja sama dengan pemkab/pemkot.

“Pengolahan sampah jadi pupuk ini strategis, bisa kurangi sampah sekaligus bantu pertanian,” kata Jihan.

Pemprov juga akan koordinasi dengan Disperindag terkait pemasaran pupuk. Selain itu, ada program Pupuk Hayati Cair di 1.300 desa lewat KIMUJA yang bisa disinergikan.

Kepala DLH Riski Sofyan siap sosialisasikan program ini ke daerah. Sementara Kadis KPTPH Elvira Umihanni menyarankan uji efektivitas pupuk lewat demplot bersama kelompok tani.

Jihan menutup dengan menegaskan Pemprov terbuka memfasilitasi kolaborasi antara yayasan, komunitas, dan pemda agar persoalan sampah bisa teratasi. (*)