Harga Bahan Pokok di Bandar Lampung Relatif Stabil, Minyak Kita dan Beras Dijual Sesuai HET

BANDARLAMPUNG – Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di sejumlah pasar. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di tengah kondisi cuaca dan kendala distribusi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin mengatakan, pemantauan dilakukan setiap hari melalui aplikasi Siaga Bapok. Aplikasi itu digunakan untuk memantau pergerakan harga komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, daging, hingga kebutuhan pokok lainnya secara real-time.

“Kita setiap hari melakukan pemantauan melalui aplikasi Siaga Bapok. Dari hasil pemantauan, secara umum ketersediaan bahan pokok di pasaran masih aman dan mencukupi,” kata Erwin.

Erwin menyebut, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga seperti beras premium, cabai, dan bawang. Namun kenaikannya masih dalam batas wajar. Sementara harga telur dan daging justru terpantau turun.

“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti beras premium, cabai dan bawang, tetapi masih dalam batas yang wajar. Untuk telur dan daging justru ada penurunan harga,” ujarnya.

Untuk minyak goreng, harga Minyak Kita terpantau stabil. Minyak goreng curah mengalami sedikit kenaikan, namun tidak signifikan.

“Untuk Minyak Kita harganya masih stabil. Minyak curah ada sedikit kenaikan, tetapi tidak terlalu signifikan. Yang paling penting stok minyak goreng secara keseluruhan masih aman,” jelas Erwin.

Menurut Erwin, fluktuasi harga tidak terlepas dari faktor distribusi dan cuaca. Gangguan perjalanan seperti kabut asap dapat menghambat pengiriman komoditas ke pasar.

Selain itu, kemarau panjang juga berdampak ke sektor pertanian. Berkurangnya air berisiko menyebabkan gagal panen atau masa panen tertunda.

“Kondisi cuaca juga sangat berpengaruh. Kemarau yang cukup panjang tentu berdampak kepada petani, sehingga ada risiko gagal panen atau panennya menjadi tertunda. Distribusi juga bisa terganggu apabila ada kendala di perjalanan,” ungkapnya.

Untuk menjaga kestabilan harga, Dinas Perdagangan bersama Bulog rutin melakukan penetrasi pasar sebanyak 3 kali dalam sepekan. Komoditas seperti Minyak Kita, beras, dan gula dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kita bersama Bulog terus melakukan penetrasi pasar tiga kali dalam seminggu. Komoditas yang kita jual seperti beras, gula dan Minyak Kita kita upayakan sesuai dengan HET, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” kata Erwin.

Ke depan, program penetrasi pasar ditargetkan menjangkau seluruh kecamatan di Kota Bandar Lampung.

“Ke depan kita ingin penetrasi pasar ini bisa menjangkau seluruh kecamatan. Harapannya stabilitas harga bisa dirasakan masyarakat secara merata dan kebutuhan pokok tetap mudah didapat,” pungkas Erwin.(nda)