
BANDARLAMPUNG – Medan yang berliku, menyeberangi sungai, hingga menerobos rimbunnya perkebunan tak menyurutkan semangat Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana. Sosok yang akrab disapa Bunda Eva ini melakukan perjalanan “gerilya” untuk menyapa langsung para petani di pelosok Kampung Kihung, Telukbetung Barat.
Momen hangat ini dibagikan Bunda Eva melalui akun media sosial pribadinya, memperlihatkan sisi lain Kota Tapis Berseri yang kaya akan potensi pertanian tersembunyi.
Kejutan di Tengah Kebun: “Bunda Mau Beli Beberapa Kilogram”
Sepanjang perjalanan yang menguras energi, Bunda Eva tak canggung menyapa para petani yang sedang beraktivitas. Salah satu momen menarik terjadi saat ia bertemu dengan seorang ibu yang tengah membawa hasil panen salak.
“Apa ini bu? Salak ya? Sudah dari jam berapa di sini? Siapin ya, Bunda mau beberapa kilogram. Nanti Bunda balik lagi,” ujar Bunda Eva dengan nada akrab khasnya.
Lelah Terbayar Manisnya Hasil Bumi Lokal
Perjalanan jauh tersebut seolah terbayar lunas saat Bunda Eva mencicipi langsung buah salak asli dari Kampung Kihung. Menurutnya, kualitas rasa buah lokal ini tidak kalah bersaing.
“Alhamdulillah, walaupun perjalanannya berliku, dapat buah salak yang rasanya sangat manis. Ini cukup membuat energi kembali full,” tandasnya dengan senyum puas.
Komitmen Majukan Pertanian Kota
Bukan sekadar jalan-jalan, kunjungan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkot Bandarlampung terhadap sektor pertanian perkotaan. Bunda Eva menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kesejahteraan para petani lokal.
“Insyaallah pertanian lokal kita terus berkembang dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” harapnya.
Dengan sentuhan langsung seperti ini, Bunda Eva ingin memastikan bahwa para petani di wilayah pelosok Bandarlampung tetap mendapat perhatian dan dukungan fasilitas agar hasil bumi mereka semakin dikenal luas.(nda)








