image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Sinyal positif kebangkitan ekonomi sektor pariwisata mulai terasa di Kota Bandar Lampung menjelang Lebaran 2026. Kepala Dinas Pariwisata Bandar Lampung, Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa tingkat keterisian kamar hotel atau okupansi di wilayahnya telah mencapai kapasitas maksimal alias full booked.

 

Ardiansyah menjelaskan, posisi strategis Bandar Lampung sebagai kota transit bagi pemudik antarprovinsi menjadi faktor utama ludesnya kamar penginapan. Fenomena ini diprediksi akan menjadi pendongkrak signifikan bagi raihan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Hampir seluruh hotel kini penuh. Lonjakan ini didorong oleh banyaknya perantau yang pulang kampung dan memilih menginap di hotel untuk sekaligus berlibur bersama keluarga, apalagi momennya bertepatan dengan libur sekolah,” ujar Ardiansyah kepada PandawaNews.

 

Menanggapi laporan tersebut, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memastikan bahwa seluruh fasilitas kota telah siap menyambut kedatangan warga dari berbagai penjuru tanah air. Sosok yang akrab disapa Bunda Eva ini memprediksi Bandar Lampung akan menjadi episentrum keramaian di Provinsi Lampung selama masa mudik dan balik.

 

Bunda Eva melihat penuhnya hotel-hotel bukan sekadar angka, melainkan indikator kesejahteraan masyarakat yang mulai meningkat. “Bandar Lampung akan menjadi pusat keramaian. Harapan kami, ramainya pengunjung ini berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga kita,” tuturnya.

 

Meski dipadati pengunjung, Bunda Eva memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintah dan pelaku usaha pariwisata untuk tidak kendor dalam memberikan pelayanan. Baginya, kenyamanan pemudik adalah harga mati untuk menjaga citra baik Kota Tapis Berseri.

 

“Pelayanan yang baik adalah kunci utama. Kita ingin setiap pemudik yang singgah merasa aman dan nyaman, baik saat mereka datang maupun ketika hendak kembali ke tanah perantauan nanti,” pungkasnya.(nda)