image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Suasana Minggu malam (10/5/2026) di halaman Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung tampak tak biasa. Puluhan personel gabungan berbaris rapi di bawah sorot lampu, bersiap menjalankan misi penting: memastikan tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia di jalanan kota.

Langkah ini merupakan respons kilat Pemerintah Kota Bandar Lampung menyusul pecahnya tawuran maut di Jalan Yos Sudarso, Bumi Waras, yang menewaskan seorang pemuda bernama Fransius Sihombing (21) pada Minggu dini hari.

Melalui Satgas Kontigensi, patroli gabungan kini digencarkan secara masif. Tak tanggung-tanggung, 28 personel dari berbagai instansi seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, hingga unsur TNI dan Polri diterjunkan untuk menyisir sudut-sudut kota.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menegaskan bahwa meski patroli rutin sudah ada, intensitasnya kini ditingkatkan berkali lipat. Fokus utama petugas adalah lokasi-lokasi yang memiliki rekam jejak konflik berulang.
“Kami telah memetakan beberapa titik yang sering menjadi lokasi tawuran, seperti di Jalan Bypass dekat Bagas Raya dan daerah Bumi Waras, tepatnya di Jalan Malahayati,” jelas Anthoni usai memimpin apel gabungan.

Instruksi Wali Kota Bandar Lampung sangat jelas: cegah tawuran pelajar dan aksi geng motor sebelum terjadi. Petugas tidak hanya sekadar berkeliling, tetapi juga berkoordinasi erat dengan para pamong, pihak sekolah, hingga aparatur kecamatan untuk mempersempit ruang gerak kelompok yang berniat meresahkan warga.
Kendaraan taktis mulai dari unit Dalmas hingga motor patroli Dishub kini menjadi pemandangan rutin di jam-jam rawan, mulai pukul 22.00 WIB hingga menjelang subuh.

Peristiwa yang menimpa Fransius Sihombing menjadi luka mendalam sekaligus alarm keras bagi keamanan kota. Pemuda asal Tanjung Karang Timur tersebut mengembuskan napas terakhir setelah terlibat bentrokan antarkelompok geng motor yang berlangsung singkat namun mematikan.

Dengan dimulainya patroli skala besar ini, Pemkot Bandar Lampung berharap situasi kondusif segera pulih, sehingga warga dapat beristirahat dengan tenang tanpa bayang-bayang kekerasan jalanan.(nda)