
BANDARLAMPUNG – Dompet warga kembali diuji. Harga sejumlah bahan pokok nasional terpantau naik pada perdagangan awal pekan, Senin 10 Juni 2026.
Lonjakan paling tajam terjadi pada komoditas bawang merah, bawang putih, dan beras.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis PIHPS mencatat kenaikan hampir merata di kelompok bumbu dapur dan pangan pokok.
Sementara cabai dan protein hewani justru berbalik turun, meski harganya masih tergolong tinggi.
*Bawang & Beras Jadi Sorotan*
Bawang merah jadi primadona kenaikan. Harganya melonjak 19,25% dalam sehari, dari sebelumnya ke level Rp60.700 per kg.
Kenaikan ini memukul ibu rumah tangga karena bawang merah termasuk bumbu wajib masakan Indonesia.
Bawang putih tak kalah pedas. Harganya naik 7,76% menjadi Rp41.650 per kg. Dua komoditas ini naik bersamaan, membuat biaya masak harian warga otomatis bengkak.
Di kelompok beras, harga beras kualitas bawah II naik 6,57% ke Rp15.400 per kg. Beras kualitas super juga merangkak naik 0,29% menjadi Rp17.500 per kg. Kenaikan beras sangat sensitif karena menyangkut kebutuhan pokok 270 juta penduduk.
Minyak & Daging Sapi Ikut MerangkakHarga
minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp24.350 per kg, naik 1,46%. Minyak kemasan merek II melonjak 1,51% ke Rp23.500 per kg. Minyak goreng curah yang jadi andalan UMKM juga naik tipis 0,73% menjadi Rp20.700 per kg.
Daging sapi ikut naik 1,24% menjadi Rp142.800 per kg. Sementara gula pasir lokal stagnan di Rp19.150 per kg. Gula pasir premium justru turun 0,25% ke Rp20.200 per kg.
Cabai & Telur Turun, Tapi Masih Mahal
- Di tengah “hujan” kenaikan, beberapa komoditas justru mencatat penurunan. Cabai merah keriting turun tajam 14,19% menjadi Rp59.250 per kg. Cabai merah besar juga turun 7% meski harganya masih mahal di Rp67.050 per kg.
Daging ayam ras segar turun 7,79% menjadi Rp36.100 per kg. Telur ayam dijual Rp29.850 per kg, turun 2,13%. Penurunan ini sedikit melegakan, tapi harga cabai dan telur masih jauh di atas normal.
Fluktuasi Musiman atau Sinyal Krisis?
Para pengamat menilai fluktuasi harga awal pekan ini wajar terjadi akibat faktor cuaca, pasokan, dan permintaan. Namun kenaikan beruntun pada beras dan bawang merah patut diwaspadai karena dampaknya langsung ke inflasi pangan.
Pemerintah daerah dan Bulog diharapkan segera turun tangan lewat operasi pasar atau stabilisasi pasokan. Karena kalau harga terus naik, beban warga kecil akan semakin berat.(nda)







