
BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau yang lebih dikenal sebagai Pasha Ungu terpikat dengan keindahan kain tapis khas Lampung. Ia bahkan langsung membeli tapis berwarna biru saat kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI ke Kota Bandar Lampung, Sabtu (25/7/2026).
Rombongan Komisi VIII DPR RI diterima Wali Kota Eva Dwiana di Aula Semergou Pemkot Bandar Lampung. Aula tersebut disulap menjadi tempat memamerkan kain dan makanan khas Lampung.
Beragam jenis kerajinan Lampung dipamerkan di sana, mulai dari penutup kepala atau peci, kain, dompet, hingga tas berornamen tapis. Rombongan Komisi VIII DPR RI pun tampak antusias melihat dan membeli kerajinan tangan khas Lampung, termasuk Pasha Ungu.
Tak hanya memuji, mantan Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah itu bahkan membeli kain tapis berwarna biru karena dinilai memiliki kemiripan dengan warna identitas Partai Amanat Nasional atau PAN.
Apresiasi Warisan Budaya
Dalam kunjungan kerja tersebut, Pasha Ungu mengaku terkesan dengan cendera mata berupa kain tapis yang diberikan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Menurutnya, kain tapis merupakan salah satu warisan budaya Lampung yang memiliki nilai seni tinggi dan layak terus dipromosikan hingga tingkat nasional.
“Terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari Ibu Wali Kota. Tadi kami juga menerima kain tapis yang sangat indah,” ujar Pasha.
Tak berhenti di situ, vokalis grup band Ungu tersebut mengaku langsung tertarik membeli kain tapis lain dengan dominasi warna biru.
“Saya juga beli yang warna biru. Kebetulan warnanya mirip dengan warna partai saya, PAN,” katanya sambil tersenyum.
Pasha berharap kain tapis semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi produk unggulan yang mampu mengangkat perekonomian para perajin lokal di Lampung.
Bahasa Aspirasi dan Bantuan Sosial
Tak hanya produk kerajinan, di Aula Semergou juga terdapat produk olahan makanan seperti keripik khas Lampung. Pasha pun tak mau ketinggalan mencicipi dan membelinya karena suka dengan rasanya.
Kunjungan Komisi VIII DPR RI ke Bandar Lampung merupakan bagian dari agenda reses untuk menyerap aspirasi daerah sekaligus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat.
Selain membahas program sosial, rombongan Komisi VIII juga menerima paparan dari Pemkot Bandar Lampung terkait sejumlah persoalan daerah, termasuk penanganan banjir yang masih menjadi tantangan setiap musim hujan.
Pasha memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan Pemkot Bandar Lampung akan menjadi bahan pembahasan Komisi VIII DPR RI bersama kementerian dan lembaga mitra, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
Ia pun mengapresiasi sambutan hangat Pemkot Bandar Lampung dan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat demi mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Lampung. (nda)







