
BANDARLAMPUNG – Menghadapi potensi bencana, terutama ancaman tsunami di lima kecamatan pesisir, BPBD Kota Bandar Lampung meningkatkan kesiapsiagaan secara maksimal. Melalui Sekretaris Edi Susanto, BPBD menegaskan telah melakukan kajian risiko dan memasang rambu-rambu evakuasi di titik strategis.
“Kami terus memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat, termasuk edukasi dan simulasi kepada pelajar,” kata Edi, Selasa (11/11/2025). BPBD juga menjamin 145 personel siaga 24 jam penuh, berkoordinasi rutin dengan BMKG untuk memastikan respons cepat dan tepat jika terjadi bencana.
Sebagai bentuk kesiapan, BPBD telah memasang rambu-rambu evakuasi di sejumlah titik strategis di wilayah pesisir serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi.
“Kami melakukan sosialisasi dan simulasi kesiapsiagaan, tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi juga kepada pelajar di tingkat sekolah dasar hingga menengah. Anak-anak perlu memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” jelasnya.
Pihaknya menambahkan, kegiatan mitigasi tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama Pemerintah Kota Bandar lampung, Dinas Pendidikan, dan sejumlah instansi terkait.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi serta memperkuat kesiapan masyarakat menghadapi potensi bencana.
Dari sisi sumber daya manusia, BPBD Bandarlampung memiliki tiga peleton personel yang siaga selama 24 jam penuh di markas BPBD.
“Kami selalu siap 1×24 jam untuk melakukan evakuasi kapan pun dan di mana pun jika terjadi bencana. Masyarakat dapat segera menghubungi BPBD bila mengetahui adanya peristiwa bencana,” kata dia.
Selain kesiapsiagaan internal, BPBD juga menjalin koordinasi rutin dengan BMKG guna memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi bencana.
“Kami selalu mendapatkan pembaruan dari BMKG. Data prakiraan cuaca menjadi acuan utama dalam menentukan langkah antisipatif di lapangan,” ujarnya.
Saat ini, BPBD Kota Bandar lampung memiliki 145 personel yang dilengkapi dengan peralatan lengkap untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan darurat di seluruh wilayah kota.
“Melalui langkah-langkah mitigasi yang kami lakukan, BPBD berharap masyarakat dapat semakin waspada, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana, terutama di kawasan pesisir yang rawan tsunami,” tutupnya.(*/Nda)








