
BANDAR LAMPUNG – Warga Bandar Lampung harus bersiap menghadapi tumpukan sampah di sudut kota. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar berdampak langsung pada operasional armada pengangkut sampah, membuat Pemerintah Kota kelabakan dan Sekda Iwan Gunawan harus “putar kepala” mencari solusi darurat.
Keterlambatan ini bukan isapan jempol, Kepala DLH Yusnadi Ferianto mengakui sekitar 30 hingga 40 persen pengangkutan sampah terhambat selama satu setengah bulan terakhir. “Armada harus antre panjang, bahkan menunggu hingga keesokan harinya untuk bisa mengisi solar,” ungkapnya, menyebut 60-70 persen antrean di SPBU lokal justru diisi oleh kendaraan luar daerah.
Jelas hal ini membuat pemerintah kota Bandar Lampung kelabakan, Iwan Gunawan mengaku sedang mencari solusi, “iya kita sedang cari solusi kenapa hal ini bisa terjadi,” Ungkapnya di sela sela wawancara kepada awak media, Selasa (25/11/2025).
“Kita akan terus berkoordinasi dengan pertamina terkait hal ini, baiknya seperti apa,jelas Iwan.”
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung mengaku mengalami kendala serius dalam pengangkutan sampah akibat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Kepala DLH Kota Bandar Lampung, Yusnadi Ferianto, mengatakan bahwa kondisi ini sudah berlangsung sekitar satu setengah bulan terakhir dan berdampak langsung pada keterlambatan operasional armada pengangkut sampah.
“Kelangkaan BBM ini otomatis mengurangi operasional kendaraan sampah. Kadang-kadang armada harus antre panjang, bahkan menunggu hingga keesokan harinya untuk bisa mengisi solar,” ujar Yusnadi, Kamis (23/10).
Akibat kondisi tersebut, sekitar 30–40 persen kegiatan pengangkutan sampah menjadi terhambat. Dari rata-rata 700 ton sampah yang diangkut per hari, kini hanya sekitar 600–650 ton yang bisa terangkut.
“Kita sudah mengimbau kepada teman-teman di UPT untuk mengatur jadwal pengisian BBM dan berkoordinasi dengan Pertamina agar operasional tetap berjalan,” jelasnya
Yusnadi menambahkan, saat ini DLH Bandar Lampung memiliki sekitar 69 unit armada yang masih beroperasi dengan baik. Sementara kendaraan yang sudah tidak layak telah dihapus dari daftar aset.
Sebagai langkah perbaikan, DLH berencana menambah armada pada tahun depan.
“Secara bertahap kita akan menambah mobil Satgas Carry sebanyak 10 unit di 2026. Selain itu, akan kami anggarkan sekitar 30 unit kendaraan tambahan untuk memperkuat sarana dan prasarana angkutan sampah,”tandasnya.(Nda)








