image_pdfimage_print

BANDARLAMPUNG – Di bawah kepemimpinan Walikota Eva Dwiana, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung terus menunjukkan komitmen nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. Melalui aksi nyata yang humanis, Walikota yang akrab disapa Bunda Eva ini menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Kota Tapis Berseri yang putus sekolah karena kendala biaya.

Sebagai bukti keseriusan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, Pemkot Bandarlampung meluncurkan skema bantuan pendidikan berskala besar yang sangat ambisius.

Tahun 2026: Pemkot telah mengamankan bantuan untuk 10.000 anak.l

Target 2027: Komitmen ini akan diperluas secara signifikan hingga menjangkau 15.000 anak.

Peningkatan kuota yang tajam ini menjadi bukti valid bahwa Pemkot Bandarlampung sangat memprioritaskan anggaran daerah untuk kepentingan langsung rakyat kecil.

Tidak hanya sekadar memberikan bantuan, Bunda Eva menunjukkan gaya kepemimpinan yang responsif dan merakyat. Dalam agenda Safari Ramadan 1447 H di Masjid Al Hikmah (2/3/2026), beliau secara langsung mengajak warga untuk menjadi “mata dan telinga” pemerintah.

“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran. Jika ada tetangga atau saudara yang kurang mampu tapi semangat sekolahnya tinggi, segera lapor ke kecamatan. Pemerintah hadir untuk mereka,” tegas Bunda Eva dengan penuh empati.

Kepedulian Pemkot tidak berhenti di sektor pendidikan. Dalam kunjungan yang penuh kehangatan tersebut, Pemkot Bandarlampung juga menyalurkan:

Dana Hibah Rp100 Juta: Untuk peningkatan fasilitas Masjid Al Hikmah agar warga dapat beribadah dengan lebih nyaman.

Hadiah Umrah Gratis Sebagai bentuk apresiasi dan kejutan bagi warga, menunjukkan sisi dermawan pemerintah yang ingin berbagi kebahagiaan di bulan suci.

Safari Ramadan ini membuktikan bahwa Pemerintah Kota Bandarlampung tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengar, merasakan, dan memberikan solusi konkret bagi kesejahteraan warga.(red)