
BANDAR LAMPUNG – Suasana duka menyelimuti Kelurahan Rajabasa pasca-musibah banjir yang terjadi Jumat (6/3). Seorang bocah berusia 10 tahun, Satria, dilaporkan meninggal dunia setelah terbawa arus deras drainase saat sedang bermain hujan di sekitar Jalan Kapten Abdul Hak, Gang Ibrahim.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas tersebut terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah Rajabasa. Korban yang sedang mandi hujan diduga terpeleset ke dalam saluran drainase yang tengah meluap. Meski tim gabungan dari BPBD, Basarnas, hingga Tagana telah dikerahkan dalam upaya pencarian, nyawa korban tak tertolong.
Empati Walikota: Santunan Rp10 Juta dan Rujukan RS
Mendengar kabar tersebut, Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, langsung menemui keluarga almarhum pada Sabtu (7/3). Dengan raut wajah penuh duka, Bunda Eva menyerahkan santunan uang tunai sebesar Rp10 juta dan bantuan beras sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.
Tak hanya itu, saat mengetahui kondisi orang tua korban yang sedang sakit, Bunda Eva langsung menginstruksikan agar mereka dirujuk ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo. “Kami ingin memastikan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan penanganan medis yang optimal di tengah masa sulit ini,” tutur Eva Dwiana.
Bantuan Logistik untuk Warga Sekitar
Selain fokus pada penanganan korban jiwa, Pemkot Bandar Lampung juga menyalurkan bantuan makanan siap saji dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak banjir di Rajabasa hingga Way Halim.
“Bantuan ini adalah bentuk kehadiran pemerintah. Kami memberikan dukungan moral dan materiil agar warga tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” tambahnya.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh orang tua di Bandar Lampung untuk lebih ketat mengawasi anak-anak saat cuaca ekstrem melanda, guna menghindari terulangnya kejadian serupa.(nda)








