
BANDAR LAMPUNG – Insiden memilukan menimpa Akbar, seorang petugas lapangan yang harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan kerja saat berjibaku menanggulangi bencana banjir yang mengepung Kota Bandar Lampung. Kini, Akbar membutuhkan penanganan medis serius dan operasi segera demi memulihkan kondisinya.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Akbar tidak hanya membutuhkan tindakan penyelamatan medis darurat, tetapi juga memerlukan proses pemulihan jangka panjang pascaoperasi yang memakan biaya tidak sedikit.
Mengingat kecelakaan ini terjadi saat menjalankan tugas kemanusiaan demi keselamatan warga kota, Akbar menaruh harapan besar pada perhatian Pemerintah Kota Bandar Lampung. Ia berharap adanya dukungan penuh terkait biaya pengobatan dan jaminan pemulihan sebagai bentuk tanggung jawab atas risiko tinggi yang dihadapi petugas di lapangan.
“Kejadian ini merupakan risiko tugas. Kami berharap ada kebijakan dari Pemkot untuk membantu jaminan kesehatan dan pemulihannya,” ungkap perwakilan keluarga.
Peristiwa yang menimpa Akbar menjadi pengingat keras bagi semua pihak. Di balik upaya besar pemerintah dalam menanggulangi bencana alam, ada nyawa para petugas di garis depan yang keselamatannya harus menjadi prioritas utama.
Kasus ini memicu keprihatinan mendalam di tengah masyarakat, yang mendesak adanya perlindungan asuransi atau jaminan kesehatan khusus bagi para “pejuang banjir” agar mereka merasa aman saat menjalankan misi kemanusiaan. (nda)







