image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Eva Dwiana memastikan SMA Siger Prakarsa Bunda akan segera mandiri. Ke depan, sekolah itu akan berada di bawah naungan yayasan yang berdiri sendiri.

Proses pembentukan yayasan saat ini masih berjalan. Pemkot berkoordinasi penuh dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung agar semua prosedur dan ketentuan dipenuhi, Selasa 9 Juni 2026.

“Proses pembentukan yayasan tersebut masih berlangsung dan mengikuti seluruh ketentuan serta prosedur yang berlaku, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Lampung,” ujar Eva.

Langkah Penting untuk Keberlangsungan Sekolah
Menurut Eva, pendirian yayasan bukan sekadar formalitas. Ini langkah penting agar operasional sekolah lebih tertata dan keberlangsungan pendidikan SMA Siger terjamin.

“Nanti yayasan ini akan berdiri sendiri dan kami juga akan mencari tenaga pendidik, termasuk guru-guru yang sudah pensiun dan memiliki pengalaman mengajar,” katanya.

Langkah itu diharapkan menutup kekurangan guru sekaligus menjaga kualitas pembelajaran. Guru senior yang pensiun dinilai punya pengalaman untuk membina siswa.

Gedung Aset Pemkot, Bukan Milik Pribadi
Eva juga meluruskan status kepemilikan. Gedung SMA Siger saat ini merupakan aset Pemerintah Kota Bandar Lampung. Karena itu, proses hibah langsung ke yayasan tidak bisa dilakukan.

Ia menegaskan sekolah ini bukan milik pribadi siapa pun. SMA Siger lahir sebagai bentuk kepedulian Pemkot memperluas akses pendidikan.

“Ini bukan milik Bunda Eva, tapi ini milik Pemerintah Kota Bandar Lampung. Tujuannya untuk membantu anak-anak bersekolah, terutama yang belum tertampung di sekolah negeri dan kesulitan masuk SMA swasta,” tegasnya.

Solusi untuk Siswa Tertinggal
Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu menyebut antusiasme warga terhadap SMA Siger cukup tinggi. Banyak orang tua yang anaknya belum dapat bangku sekolah negeri akhirnya menitipkan harapan di sini.

Pemkot berharap SMA Siger jadi solusi nyata. Sekolah ini ditargetkan bisa menampung siswa yang belum kebagian sekolah, sampai mereka lulus dan mengantongi ijazah.

“Pemerintah berharap sekolah tersebut dapat menjadi solusi bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah hingga memperoleh ijazah,” pungkas Eva.(nda)