
Bandar Lampung – Sebanyak 193 lulusan SMA dan SMK di Provinsi Lampung berhasil melewati seleksi tahap awal dalam program penempatan tenaga kerja vokasi ke Jepang.
Peserta yang tergabung dalam angkatan pertama ini selanjutnya akan menjalani pembekalan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) sebagai persiapan sebelum diberangkatkan ke Jepang dalam beberapa bulan mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengatakan bahwa para peserta dinyatakan lolos setelah melalui proses seleksi yang dilakukan secara ketat.
Ia menjelaskan, tahapan seleksi mencakup pemeriksaan fisik, kesehatan, serta kesiapan mental sejak proses pendaftaran. Berbagai persyaratan, seperti tinggi badan, kondisi kesehatan, tidak mengalami buta warna, hingga riwayat cedera tulang, menjadi bagian dari penilaian.
Selain itu, kesiapan mental peserta juga menjadi perhatian utama agar mereka mampu mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan tidak mengundurkan diri di tengah proses.
Di samping seleksi fisik dan mental, Disdikbud Lampung turut memperkuat program pembelajaran bahasa Jepang. Jika sebelumnya pembelajaran bahasa hanya dilakukan dua kali dalam sepekan sebagai kegiatan ekstrakurikuler, kini peserta diwajibkan mengikuti pelatihan bahasa setiap hari selama empat hingga lima bulan secara intensif.
Menurut Thomas, langkah tersebut dilakukan agar peserta memiliki kemampuan bahasa yang memadai sebelum memasuki dunia kerja di Jepang.
Sebanyak 193 peserta yang telah lolos seleksi awal akan mengikuti pemantapan di LPK selama sekitar dua bulan. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan pemberangkatan angkatan pertama dapat terlaksana dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan ke depan.
Sementara itu, Disdikbud juga telah membuka pendaftaran bagi angkatan kedua yang diprioritaskan untuk lulusan baru. Jumlah peserta yang akan diterima nantinya akan disesuaikan dengan tingkat minat pendaftar.
Adapun peluang kerja yang tersedia di Jepang mencakup berbagai sektor, seperti perawatan lansia (caregiver), konstruksi, hingga industri perhotelan dan layanan (hospitality). Seluruh peserta akan dipersiapkan sesuai minat dan kompetensi masing-masing agar siap memasuki dunia kerja di Jepang.








