image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Penutupan rangkaian Hari Ulang Tahun atau HUT ke-344 Kota Bandar Lampung ditandai dengan berakhirnya Bandar Lampung Expo 2026 di Graha Mandala, Jumat (24/7/2026).

 

Wali Kota Eva Dwiana mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang telah memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan HUT kota.

 

“Berbagai agenda digelar selama perayaan HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, mulai dari upacara bendera, colour run, jalan sehat, karnaval, nonton bareng Piala Dunia, lomba jajanan pasar, lomba memasak antarinstansi, hingga Bandar Lampung Expo 2026 sebagai acara puncak,” kata Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

 

Menurut Eva Dwiana, Bandar Lampung Expo bukan sekadar hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang promosi dan peningkatan ekonomi bagi pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM. Expo tersebut diikuti oleh pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD, Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, lembaga vertikal, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda, organisasi perangkat daerah atau OPD, hingga Forum Camat.

 

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat luar biasa antara Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Forkopimda. Ini adalah pestanya masyarakat Bandar Lampung dalam menyambut HUT ke-344 Kota Bandar Lampung,” kata Eva Dwiana.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan yang diberikan sehingga Bandar Lampung Expo 2026 dapat terselenggara dengan baik.

 

Eva berharap kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi para pelaku UMKM. Menurutnya, Pemerintah Kota Bandar Lampung akan terus mendukung perkembangan UMKM melalui berbagai program, seperti pinjaman tanpa bunga dan bantuan fasilitas usaha.

 

*Transaksi Tembus Rp3,1 Miliar*

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung Erwin mengungkapkan bahwa Bandar Lampung Expo 2026 mencatat perputaran uang sekitar Rp3,1 miliar. Angka itu meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang mencapai sekitar Rp2,4 miliar.

 

“Kontribusi terbesar berasal dari sektor UMKM, disusul sektor kuliner. Ini menunjukkan bahwa expo tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Erwin.

 

“Peningkatan nilai transaksi tersebut menjadi bukti bahwa Bandar Lampung Expo telah menjadi salah satu agenda tahunan yang dinantikan masyarakat, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM dan ekonomi daerah,” tutup Erwin. (nda)