image_pdfimage_print

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pertanian terus memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. Salah satu program andalannya adalah optimalisasi urban farming atau pertanian perkotaan yang digerakkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di 18 kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, mengungkapkan saat ini terdapat 80 KWT yang aktif mengolah lahan pekarangan dan demplot di berbagai kelurahan se-Kota Bandar Lampung.

“Kami terus mendorong optimalisasi pekarangan rumah tangga melalui urban farming. Dari 80 KWT yang tersebar, sebagian besar memanfaatkan teknik penanaman konvensional, hidroponik, hingga vertikultur menggunakan media pot maupun polybag,” ujar Dedeh, Rabu (2/9/2026).

Menurut Dedeh, meskipun sebaran KWT sudah cukup luas, pihaknya tetap melakukan pendampingan dan perapihan administrasi di tingkat bawah.

Contohnya di Kecamatan Teluk Betung Timur, KWT baru dibentuk oleh penyuluh pertanian setempat dan saat ini tengah dalam proses registrasi.

Sementara di Kecamatan Enggal, Dinas Pertanian masih melakukan pemetaan karena belum memiliki wadah KWT.

Dedeh menilai, keberadaan program urban farming membawa dampak positif langsung bagi perekonomian dan pemenuhan gizi keluarga.

“Manfaat utamanya tentu untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri skala rumah tangga. Selain itu, komoditas sayuran yang ditanam di lahan terbatas juga dapat dijual sehingga memberi nilai tambah bagi penghasilan para anggota KWT,” jelas Dedeh.

Untuk menjaga keberlangsungan program, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung memberikan dukungan berupa penyaluran bantuan bibit sayuran, penyediaan pupuk, hingga pendampingan inovasi teknologi pertanian.

“Monitoring berkala juga dilakukan untuk memastikan setiap KWT tetap aktif memproduksi hasil pertanian perkotaan,” tegas Dedeh. (Nda)