image_pdfimage_print

BANDARLAMPUNG – Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar Kuliah Umum “Cerdas Finansial, Aman Menata Masa Depan” dengan menghadirkan narasumber Dody Zulvedri, Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jumat (4/9/2026).

Acara dibuka oleh Wakil Rektor IV UBL, Dr. Ir. Hery Rianto, M.T.

 

“Ini adalah pencerahan untuk masuk ke dunia kerja. Kesempatan ini jangan disia-siakan. Pengalaman narasumber sudah luar biasa, 34 tahun berkecimpung di perbankan. Ayo kita gali ilmu di sini. Spesifikasi mengenai cerdas finansial, aman menata masa depan, serta personal career curriculum,” ujar Hery.

 

Dalam pemaparannya, Dody menekankan pentingnya sistem keuangan yang kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 

“Bagaimana kita memaparkan finansial untuk ke depan. Tanpa ada sistem keuangan yang kuat, Indonesia Emas akan hancur. Generasi muda harus mempunyai jiwa juang yang tinggi, mempunyai startup mindset. Kita punya apa yang kita mau. Kita bisa saja membangun mimpi, tapi cara-caranya seperti apa, ini yang membedakan. Poor ke rich bisa berubah kalau kita punya mimpi,” kata Dody.

 

Ia juga menyoroti potensi Lampung yang masih perlu digarap generasi muda.

“Lampung ini mempunyai peluang. Namun di Lampung masih banyak ketinggalan. Kita sebagai mahasiswa harus bisa membangun Kota Lampung. Apa yang kita inginkan Lampung 2045 ini? Kota Bandar Lampung ini mau jadi apa? Kita harus pikirkan dari sekarang. Jangan hanya memikirkan diri sendiri. Kalau seperti ini kita tidak punya daya kritis,” tegasnya.

 

Menurut Dody, mimpi untuk menjadi sesuatu harus didukung dengan finansial yang baik.

 

Dody menjelaskan pilar kedua, yakni ketahanan perbankan. Ada 3 alasan utama:

1. Dalam 3 dekade terakhir kita pernah mengalami krisis 1997/1998, krisis global 2007/2008, dan _taper tantrum_ 2013.

2. Kita terdampak, namun tidak pernah sampai terjadi krisis karena sistem keuangan kita kuat.

 

“3 fungsi utama sistem keuangan: (1) tempat simpanan, (2) sumber pembiayaan, (3) jembatan transaksi pembayaran. Kalau ketiga ini tidak jalan, ekonomi akan ambruk,” jelasnya.

 

Ia juga berpesan agar mahasiswa disiplin mengelola keuangan.

“Membuat diri menjadi lebih disiplin. Ketika kita menghasilkan pendapatan, bagaimana pengelolaan keuangan tersebut. Menabung itu menyisihkan, bukan menyisakan. Giat berinvestasi yang cerdas dan aman, lihat jangkauan penyimpanan atau berinvestasi,” ujarnya.

 

Di akhir, Dody menekankan pentingnya literasi data ekonomi.

“Data-data ekonomi ini sangat dibutuhkan di dunia. Jangan dipandang sebelah mata. Ketika inflasi terjadi, data ekonomi inilah yang digunakan. Pertumbuhan ekonomi juga penting. Angka pertumbuhan ekonomi itu sangat amat penting, menjadi acuan dasar,” pungkasnya.(nda)