image_pdfimage_print

Bandar Lampung (pandawanews )
Semarak Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Sepak Bola Usia Dini KWRI Bandar Lampung Cup II 2025 menggema di Lapangan Baruna, Panjang, Kota Bandar Lampung, pada Sabtu dan Minggu, 28–29 Juni 2025.

Ajang ini bukan hanya pertandingan biasa, tetapi juga momentum penting dalam pembinaan karakter anak dan penanaman nilai-nilai sportivitas sejak usia dini.

Sebanyak 49 tim dari berbagai daerah di Pulau Sumatera dan Jawa ambil bagian dalam turnamen ini. Mereka bertanding dalam tiga kategori usia: U-10, U-11, dan U-12, menjadikan ajang ini sebagai salah satu kompetisi sepak bola usia dini terbesar di Lampung tahun ini.

Turnamen ini digelar oleh Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan Garuda Anak Indonesia. Dari awal, tujuan utama kejuaraan ini tidak hanya soal prestasi semata, tetapi juga memberi ruang aktualisasi diri bagi anak-anak dari berbagai penjuru Indonesia untuk menunjukkan semangat, bakat, dan kebersamaan dalam atmosfer kompetisi yang sehat.

Ketua Pandawa Lampung, Mohammad Hatta, S.T., yang turut hadir dalam pembukaan kejuaraan menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan ini.

Ia menyebut bahwa turnamen ini merupakan bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

“Kejurnas ini adalah wadah aktualisasi diri bagi anak-anak usia 10 hingga 12 tahun. Mereka belajar bukan hanya bermain bola, tapi juga belajar menghargai lawan, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjalin persahabatan lintas daerah. Ini adalah pendidikan karakter dalam bentuk nyata,” ujarnya.

Mohammad Hatta juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ajang ini di Bandar Lampung. Ia berharap kegiatan seperti ini terus digelar secara berkelanjutan dan bisa masuk dalam kalender tetap kegiatan olahraga di Kota Tapis Berseri dan Provinsi Lampung.

“Pandawa Lampung sangat mendukung kegiatan ini. Semoga Kejurnas ini menjadi agenda tahunan dan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Ini adalah investasi jangka panjang dalam dunia olahraga,” tambahnya.

Tak hanya soal pertandingan, suasana kebersamaan dan antusiasme anak-anak peserta terlihat kental sepanjang kegiatan. Para pelatih, orang tua, dan panitia berbaur dalam suasana yang penuh semangat, menjadikan Lapangan Baruna sebagai pusat perhatian warga Panjang dan sekitarnya.

Dimana jelasnya, turnamen ini sekaligus menjadi ajang pencarian bakat dan pembinaan atlet usia dini.
“Mencetak bibit unggul dari bawah. Sepak bola itu bukan hanya milik tim besar, tapi harus dibangun dari kampung, dari sekolah, dari lapangan-lapangan seperti ini,” katanya.