
*BANDAR LAMPUNG,(pandawanews) Kejuaraan Nasional Sepak Bola Usia Dini KWRI Cup 2025 resmi ditutup di Lapangan Baruna Panjang, Bandar Lampung, Minggu (29/6).
Turnamen yang diikuti 54 tim dari berbagai daerah di Pulau Sumatera hingga Jawa ini berlangsung meriah dan menampilkan talenta muda yang menjanjikan.

Tim-tim asal Lampung berhasil mendominasi podium juara, menegaskan kualitas sepak bola usia dini di provinsi ini.
Penutupan acara dilakukan langsung oleh Ketua KWRI Lampung, Iqbal Putra Panglima, yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, panitia, serta pihak yang mendukung kelancaran turnamen.

“Ajang ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang membentuk karakter, sportivitas, dan mental juara bagi generasi muda,” ujar Iqbal dalam sambutannya.
Sementara itu, M. Jito, pendiri Garuda Anak Indonesia yang menjadi salah satu inisiator kegiatan bersama KWRI, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan pelaksanaan turnamen ini yang merupakan kali pertama digelar di Lampung.

Ia berharap kejuaraan ini dapat berlanjut dan berkembang hingga tingkat nasional bahkan internasional.
“Kami berdoa dan berupaya agar juara nasional berikutnya bisa diberangkatkan ke turnamen internasional seperti ke Singapura, Thailand, dan China,” ujar Jito dalam sambutannya.
Dari hasil kompetisi, Mandiri FC Lampung tampil sebagai juara kategori U-10, disusul FORSGI Lampung yang menguasai kategori U-11.
Sedangkan Mercubuana Lampung meraih posisi runner-up pada kategori U-12, dan D’Safin Lampung menempati peringkat keempat.
Secara individu, Albi dari Mandiri FC berhasil meraih penghargaan pemain terbaik kategori U-10, sedangkan striker nomor 10 dari Pesawaran FC menjadi top skor dengan enam gol.
Ketua Pandawa Lampung, M. Hatta ST , memberikan tanggapan positif terkait hasil turnamen dan potensinya bagi pembinaan sepak bola usia dini di Lampung.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Lampung memiliki sumber daya manusia berbakat yang perlu terus kita bina dan dorong.
Semangat sportivitas dan kompetisi sehat seperti ini sangat penting untuk menciptakan generasi penerus pemain Timnas Indonesia,” ujar Hatta.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar talenta lokal bisa berkembang secara optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, yang hadir mewakili Wali Kota Eva Dwiana, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Garuda Anak Indonesia, KWRI, dan pemerintah daerah.
“Kami mendukung penuh kegiatan positif ini karena sejalan dengan visi kota Bandar Lampung untuk mengembangkan potensi olahraga dan membangun karakter generasi muda.
Kejuaraan ini membuka ruang bagi anak-anak berbakat untuk berprestasi lebih tinggi lagi,” tutur Socrat.
Turnamen ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tapi juga sarana pembinaan mental, disiplin, dan kerja sama bagi para peserta.
Harapan besar disematkan agar atlet-atlet muda ini kelak dapat menjadi pengganti-pengganti pemain senior yang berkiprah di Timnas Indonesia.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan KWRI Cup 2025, Lampung menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola usia dini di Indonesia dan menatap masa depan yang gemilang bagi olahraga rakyat ini.
_(smd)_








