
BANDARLAMPUNG- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menghadiri peresmian Pelayanan Statistik Terpadu (PST) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung. Walikota Eva Dwiana menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada BPS atas inisiatif serta terobosan dalam menghadirkan layanan data yang terintegrasi dan mudah diakses publik.
“Peresmian PST ini adalah bukti nyata komitmen BPS untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan publik di Kota Tapis Berseri,” ujar Eva Dwiana.
Menurut Eva, di era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, data menjadi aset paling berharga. Data, kata dia, bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan jantung dari setiap kebijakan dan perencanaan pembangunan yang efektif.
Eva menjelaskan, visi Kota Bandar Lampung untuk menjadi kota yang sehat, cerdas, beriman, berbudaya, nyaman, unggul, dan berdaya saing hanya bisa diwujudkan melalui tiga hal utama keputusan yang tepat, berbasis data yang akurat dan terkini, pogram yang tepat sasaran, seperti peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan UMKM, pengawasan yang efektif, dengan indikator statistik yang terukur.
Lebih lanjut, Eva menyebut keberadaan PST akan menjadi jembatan penting yang menghubungkan para pengguna data—mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah—dengan sumber data yang berkualitas dan mudah diakses.

“Ini sejalan dengan upaya kita bersama dalam mewujudkan Satu Data Indonesia di tingkat Kota Bandar Lampung,” katanya.
Eva juga mengajak seluruh jajaran Pemkot, khususnya para kepala OPD, untuk memanfaatkan fasilitas PST secara optimal dan memperkuat sinergi dengan BPS.
“Mari kita tingkatkan kolaborasi dalam kegiatan sensus, survei, dan forum data agar informasi yang dihasilkan benar-benar merefleksikan kondisi riil masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, data dari BPS sangat krusial dalam mengukur keberhasilan berbagai program prioritas daerah, seperti pengendalian inflasi daerah melalui TPID, peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tercermin pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja di Bandar Lampung. (Nda)








