image_pdfimage_print

LAMPUNG SELATAN – Wajah Jalan Airan Raya, Way Huwi, kini tampak sibuk. Menjelang bulan suci Ramadan, alat berat mulai dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan jalan. Namun, perbaikan ini membawa dampak instan: arus lalu lintas terpantau padat merayap.

Kehadiran kendaraan bertonase besar yang melintas di jalur yang sedang diperbaiki semakin memperparah kemacetan, menciptakan pemandangan kontras antara pembangunan dan semrawutnya arus kendaraan.

Senang Tapi Was-was

Bagi pengguna jalan rutin seperti Lia (27), perbaikan ini adalah kabar yang sudah lama dinanti. Namun, ia tak bisa menyembunyikan rasa khawatir saat harus “berbagi” jalan sempit dengan truk-truk raksasa di tengah proses pengaspalan.

“Senang akhirnya diperbaiki, tapi ya takut juga karena banyak mobil besar lalu lalang saat kondisi jalan begini. Semoga ada petugas yang mengatur lalu lintas supaya kami pengguna motor tetap merasa aman,” ungkap Lia kepada Pandawanews, Kamis (12/2/2026).

Dilema Supir Truk: Tol Mahal, Jalan Arteri Jadi Pilihan

Di balik kemacetan tersebut, terungkap fakta pahit dari sisi para sopir kendaraan besar. Iman (37), salah satu sopir truk, mengaku terpaksa melintasi jalan raya biasa dan menyumbang kemacetan karena tak sanggup membayar tarif tol yang terus meroket.

“Mau bagaimana lagi, tidak ada pilihan lain. Lewat tol harganya mencekik kantong. Lewat jalan biasa walaupun macet dan makan waktu, yang penting uang jalan cukup dan sampai tujuan,” keluh Iman dengan nada pasrah.

Persiapan Jalur Mudik Lebaran
Perbaikan Jalan Airan Raya ini disinyalir merupakan bagian dari percepatan infrastruktur untuk menyambut arus mudik dan mobilitas warga selama bulan puasa. Dengan kondisi jalan yang mulus, diharapkan ekonomi lokal semakin lancar, meski saat ini warga harus bersabar menghadapi kemacetan sementara.

Masyarakat berharap pihak terkait, baik dari Dinas Perhubungan maupun kepolisian, dapat menempatkan personel di titik-titik penyempitan jalan guna mencegah terjadinya kecelakaan dan mengurai simpul kemacetan.(nda)