
BANDARLAMPUNG – Kebakaran lahan masih menjadi persoalan serius di wilayah Lampung Selatan. Sepanjang Agustus 2026, tercatat 38 kejadian kebakaran lahan dengan total luas area yang terdampak mencapai 88.982 meter persegi.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan.
“Selama Agustus 2026 tercatat sebanyak 38 kejadian kebakaran lahan,” kata Anthoni, Rabu (2/9/2026).
Dalam penanganan 38 kejadian tersebut, petugas Damkarmat melakukan 67 kali pengerahan mobil pemadam dan mengerahkan 83 armada tanki air.
Anthoni menjelaskan, kebakaran lahan tersebar di sejumlah kecamatan. Wilayah dengan frekuensi tertinggi adalah Teluk Betung Selatan dengan 7 kejadian dan Kemiling dengan 6 kejadian.
Sementara itu, Sukabumi, Sukarame, dan Teluk Betung Barat masing-masing mencatat 3 kejadian.
Adapun Rajabasa, Teluk Betung Utara, Way Halim dan beberapa kecamatan lainnya tercatat mengalami 1 hingga 2 kejadian.
Sedangkan Kedaton, Tanjung Karang Pusat, dan Tanjung Senang tidak mencatatkan kejadian kebakaran lahan selama periode tersebut.
Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau disebut Anthoni menjadi faktor utama penyebab api cepat meluas.
Beberapa hari dengan kejadian besar terjadi pada:
1. 22 Agustus 2026: Kebakaran lahan seluas 10.006 m2 di Tanjung Karang Timur dan Way Halim. Penanganan dengan 3 unit mobil pemadam/tanki.
2. 25 Agustus 2026: 3 kejadian di Kemiling, Langkapura, dan Sukarame. Total luas 30.310 m2 menjadi yang terluas dalam sehari. Dikerahkan 9 mobil pemadam dan 7 armada tanki.
3. 28 Agustus 2026: Kebakaran di Panjang, Rajabasa, dan Teluk Betung Selatan dengan luas 10.190 m2.
4. 30 Agustus 2026: Aktivitas paling intensif. 4 kejadian, 3 di Teluk Betung Selatan dan 1 di Kemiling. Total luas 27.050 m2. Ini menjadi pengerahan terbanyak dengan 11 mobil pemadam dan 20 armada tanki.
“Pada 30 Agustus, kami melakukan penanganan terhadap empat kejadian kebakaran lahan dengan luas total sekitar 27.050 meter persegi,” ujar Anthoni.
Anthoni mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat cuaca panas dan lahan kering.
Ia juga meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan. Kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah meluas dan dapat membahayakan lingkungan maupun permukiman warga,” pungkasnya.(nda)







