
Lampung Selatan – ( pandawanews.com)-Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan Tinggi Lampung, dan Polda Lampung diharapkan untuk bisa turun kelapangan melihat secara langsung proyek jalan cor beton di jalan Gunung Langgar, Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan, yang diduga tidak ada keterbukaan terhadap publik soal penggunaan anggaran negara untuk membangun infrastruktur.
Salah satu proyek jalan yang tengah dikerjakan dari pihak pelaksanaan proyek tersebut tidak memasang papan pelaksana, Siapa pelaksana dari proyek itu tidak diketahui.
Salah satu pekerja ditemui dilokasi saat ditanya soal papan proyek dirinya mengaku, tidak tau papan proyek nya dipasang dimana dan tidak paham siapa pemilik proyek menggunakan anggaran negara itu.
” Saya hanya pekerja yang disuruh, saya enggak tahu siapa pemiliknya, perusahaan apa yang mengerjakan, berapa anggaranya saya tidak tahu, hari ini kepala tukang lagi di lampung tengah lagi ngecek lokasi yang mau dikerjakan disana,” ujarnya. Rabu (14/8/2024)
Masih dilokasi yang sama warga setempat WM (45) juga tidak paham mengapa pekerjaan sudah sekitar 10 hari berjalan tetapi tidak dipasang papan pelaksanaan dari pekerjaan tersebut.
” Dari pertama pengerjaan saya tidak melihat papan proyek, pengerjaan sudah sekitar sepuluh hari, untuk pengecoran jalan dikerjakan pada malam hari saja, sudah tiga malam ini. Yang lain lain kami sebagai warga gak tau apa apa, apakah kerjaan dari provinsi atau dari kabupaten,” pungkasnya.
Terkait tidak adanya keterbukaan terhadap pelaksanaan infrastruktur, diduga ada yang ditutup-tutupi dalam pelaksanaan proyek jalan cor beton tersebut. Diharapkan Kejaksaan dan Krimsus Polda Lampung turun melihat pelaksanaan proyek diduga siluman tersebut, karena ada indikasi uang negara dipergunakan untuk infrastruktur asal jadi.
Sementara itu Salah satu tokoh pemuda sabah balau Yg biasa disapa dengan panggilan Bang Gun, Mengucapkan Terima kasih kepada pihak dinas pekerjaan umum lampung selatan ‘ Akhir nya jalan desa nya dibangun setelah bertahun tahun tak taktersetuh pembangunan.
Selain itu bang gun sapaan akrabnya meminta agar pihak kontraktor berkordinasi dalam hal trafick Buka tutup jalan, agar aktifitas sehari – hari warga masyarakat tetap berjalan walaupun sedikit terganggu karena adanya perbaikan jalan Gun juga berharap pihak rekanan juga memikirkan terkait aktifitas kendaraan warga sekitar, serta bisa melibatkan linmas sekitar ataupun pamong disana untuk pengaturan kendaraan bermotor yg melintas disana, Pungkasnya.









