
LAMPUNG SELATAN – Kenaikan tarif tol di Lampung mulai berdampak serius pada jalur arteri. Jalan Airan Raya yang menghubungkan Lampung Selatan, Bandar Lampung, hingga Metro kini dilaporkan berubah menjadi jalur maut akibat serbuan truk bermuatan berat yang memilih keluar tol demi menghindari tarif yang dianggap mencekik.
Keresahan Pengguna Jalan:
Banyaknya kendaraan besar yang melintas membuat kenyamanan dan keselamatan warga di jalan raya terancam. Rio (32), salah satu pengendara motor yang rutin melintasi jalur tersebut, mengaku was-was dengan kepadatan lalu lintas yang kini didominasi truk logistik.
“Jalan Airan ini jalur penting, tapi makin ke sini saya takut lewatnya karena truk-truk besar makin ramai. Arus jadi padat dan menakutkan bagi kami pengendara motor,” ujar Rio kepada PandawaNews, Rabu (21/1/2026).
Dampak Kerusakan Infrastruktur:
Selain kemacetan, beban kendaraan yang melebihi kapasitas membuat infrastruktur Jalan Airan Raya mengalami kerusakan parah. Pantauan di lapangan menunjukkan lubang-lubang besar mulai menghiasi badan jalan, yang memicu kemacetan panjang saat jam sibuk.
“Kondisi jalan rusak begini bikin makin takut lewat. Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air, sering ada orang jatuh di sana,” tambah Rio.
Harapan kepada Pemerintah:
Masyarakat mendesak Pemerintah Provinsi Lampung dan dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan perbaikan permanen serta mengatur regulasi kendaraan berat di jalur tersebut. Warga berharap perbaikan segera dilakukan sebelum kondisi jalan yang kian memprihatinkan menelan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, kepadatan kendaraan di jalur tersebut masih terpantau tinggi, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan kerja.(nda)










