image_pdfimage_print

Bandarlampung— Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menyatakan bahwa pelaksanaan pendidikan di wilayah Lampung secara umum berlangsung dengan baik dan terus mengalami peningkatan melalui berbagai langkah perbaikan.

 

Sebagai daerah dengan bentang wilayah yang luas dan karakter geografis yang beragam, Lampung memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan pendidikan, mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah pinggiran. Perbedaan kondisi tersebut turut memengaruhi akses serta mutu pendidikan, terutama pada jenjang SMA dan SMK.

 

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah pembenahan guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya tersebut meliputi penguatan kompetensi tenaga pendidik, penyesuaian sistem penilaian peserta didik, serta perbaikan tata kelola sekolah.

 

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa proses pendidikan saat ini berjalan sesuai regulasi dan terus disertai dengan perbaikan secara bertahap.

 

“Penyelenggaraan pendidikan terus berjalan dengan berbagai penyesuaian, baik dalam peningkatan kompetensi guru, kualitas peserta didik, maupun sistem asesmen pembelajaran,” ujar Thomas Amirico saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/01/2026).

 

Dari sisi sarana dan prasarana, sebagian besar kondisi infrastruktur SMA dan SMK di Provinsi Lampung dinilai layak. Data menunjukkan sekitar 83 persen sekolah berada dalam kondisi baik, meskipun masih terdapat beberapa sekolah yang membutuhkan perbaikan lanjutan.

 

Ke depan, peningkatan infrastruktur pendidikan akan dilakukan melalui program revitalisasi sekolah yang pelaksanaannya menyesuaikan dengan kebijakan serta penetapan pemerintah pusat.

 

Selain infrastruktur, ketersediaan tenaga pendidik juga menjadi perhatian. Penataan guru, termasuk guru honorer dan paruh waktu, dilakukan melalui mekanisme pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun demikian, pemenuhan kebutuhan guru di sejumlah sekolah masih menunggu kebijakan lanjutan.

 

Dari aspek pembiayaan, SMA dan SMK negeri saat ini tidak memungut biaya pendidikan. Operasional sekolah didukung oleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat serta Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung.

 

Thomas menambahkan bahwa penyaluran BOPD direncanakan berlangsung pada Maret mendatang dan diharapkan dapat membantu kebutuhan operasional sekolah.

 

Dengan berbagai kondisi tersebut, upaya peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan di Provinsi Lampung masih memerlukan evaluasi serta penyesuaian berkelanjutan, khususnya untuk menjangkau wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan sumber daya. (Yy)