image_pdfimage_print

BANDAR LAMPUNG – Kabar gembira datang dari panggung keberagaman di Kota Tapis Berseri. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung memastikan situasi antarumat beragama sepanjang tahun 2025 berjalan sangat kondusif, sekaligus mencanangkan target ambisius menjadikan Bandar Lampung sebagai Kota Toleransi pada tahun 2026.

 

Ketua FKUB Bandar Lampung, Purna Irawan, menegaskan bahwa kerukunan yang terjaga ini merupakan buah dari komunikasi yang cair antar-tokoh agama dan dukungan penuh pemerintah daerah.

 

Bantah Isu Intoleransi: “Indikatornya Tidak Berdasar”

Menanggapi selentingan mengenai adanya tindakan intoleransi, Purna Irawan pasang badan. Ia menyatakan bahwa selama setahun terakhir, tidak ditemukan kasus pelanggaran kebebasan beragama yang memenuhi unsur intoleransi.

 

“Alhamdulillah, tidak ada intoleransi. Jika ada pihak yang menyebut demikian, hal tersebut tidak memiliki indikator yang jelas dan tidak berdasar,” tegas Purna kepada Heloindonesia, Senin (9/2/2026).

 

Selesaikan Gesekan di Labuhan Ratu & CitraLand

 

Terkait dinamika yang sempat muncul di lapangan, FKUB bergerak cepat melakukan mediasi. Purna mengklarifikasi bahwa persoalan di Labuhan Ratu bukanlah penolakan rumah ibadah, melainkan keluhan warga terkait aktivitas yang meluber keluar aula.

 

“Di Labuhan Ratu itu masalah aktivitas yang dinilai mengganggu warga sekitar, bukan rumah ibadah. Dan itu sudah selesai lewat musyawarah,” jelasnya.

Sementara untuk pembangunan rumah ibadah di kawasan CitraLand, saat ini prosesnya sedang berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

Apresiasi untuk Bunda Eva: Menuju Wacana Kota Toleransi

 

FKUB memberikan apresiasi tinggi kepada Wali Kota Eva Dwiana yang dinilai sangat selektif dan responsif dalam menjaga stabilitas antarumat beragama. Ke depan, FKUB berharap dukungan Pemkot semakin kuat untuk mengukuhkan identitas kota.

 

“Kami berharap dukungan penuh dari Wali Kota Eva Dwiana pada tahun 2026 ini, sehingga Bandar Lampung bisa kita wacanakan secara resmi menjadi Kota Toleransi,” tandasnya.

 

Sinergi antara pemerintah, aparat, dan tokoh lintas agama ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi warga Bandar Lampung untuk terus hidup berdampingan dengan damai di tengah perbedaan.(nda)