image_pdfimage_print

Bandar Lampung – Senyum sumringah kini menghiasi wajah para pengguna jalan di kawasan Pulau Damar, Sukarame. Bukan tanpa alasan, ruas jalan yang dulunya akrab dengan julukan “ranjau darat” karena lubang-lubang dalamnya, kini telah bersalin rupa menjadi aspal mulus yang nyaman dipacu kendaraan.

 

Perubahan signifikan ini merupakan buah manis dari percepatan pembangunan infrastruktur yang digenjot Pemerintah Kota Bandar Lampung di bawah komando Wali Kota Eva Dwiana melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada tahun anggaran 2026.

 

Suara Warga: Dari Trauma Menjadi Lega

Bagi Roy, warga setempat, perbaikan ini lebih dari sekadar aspal baru; ini soal keselamatan nyawa. Ia mengenang bagaimana kondisi jalan sebelumnya seringkali memakan korban.

 

“Dulu lubangnya cukup dalam, sering sekali ada pengendara yang jatuh atau kecelakaan di sini. Alhamdulillah, sekarang sudah rapi. Kami sebagai masyarakat sangat merasakan manfaatnya,” ujar Roy dengan nada lega, Jumat (6/3).

 

Senada dengan Roy, Purnomo yang setiap hari melintasi jalur tersebut mengaku tak lagi harus “beratraksi” menghindari lubang saat berangkat kerja. Menurutnya, kepedulian pemerintah kali ini benar-benar menyentuh kebutuhan dasar mobilitas warga.

 

Transformasi Jalan Pulau Damar ternyata hanyalah permulaan. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Bandar Lampung, Rayu R. Wiranegara, membocorkan bahwa kejutan infrastruktur lainnya sedang disiapkan.

 

“Mudah-mudahan, Insyaallah setelah Lebaran kita sudah bisa mulai seluruh kegiatan (pembangunan) ini. Saat ini semuanya sedang dalam tahap persiapan matang,” ungkap Rayu.

 

Apa Selanjutnya untuk Bandar Lampung?

Tak hanya fokus pada jalan raya, Pemkot Bandar Lampung juga punya misi besar untuk memanjakan pejalan kaki. Berikut adalah beberapa agenda prioritas ke depan:

 

Revitalisasi Pedestrian: Perbaikan trotoar di empat ruas jalan protokol utama untuk menciptakan lingkungan yang ramah pejalan kaki.

 

Konektivitas Ekonomi: Memastikan seluruh jembatan dan akses jalan tetap prima demi kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat.

 

Keselamatan Publik: Standarisasi kualitas aspal dan drainase untuk mencegah kerusakan jalan berulang akibat cuaca.

 

Dengan perbaikan yang berkelanjutan ini, Bandar Lampung perlahan tapi pasti bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya sibuk, tapi juga nyaman dan aman bagi setiap warganya yang berlalu-lalang. (Rls/nda)