image_pdfimage_print

Bandar Lampung – Belum sempat warga menikmati sore yang tenang, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Bandar Lampung selama hampir satu setengah jam pada Jumat (6/3). Akibatnya, sejumlah sungai besar di wilayah perbatasan tak sanggup menampung debit air hingga meluap dan merendam beberapa titik pemukiman.

 

Kondisi ini memicu efek domino. Air kiriman dari sungai-sungai besar tersebut meluber hingga memenuhi drainase dan gorong-gorong kota, menyebabkan genangan air yang cukup tinggi di jalanan dan rumah warga.

 

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa luapan sungai di perbatasan menjadi “biang kerok” utama banjir kali ini. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa perlu ada penanganan ekstra serius dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung untuk membenahi aliran sungai lintas wilayah tersebut.

 

Aksi Cepat BPBD di Kedamaian

Tak mau membiarkan warga terendam lama, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung langsung terjun payung ke lokasi-lokasi terdampak.

 

Salah satu titik fokus aksi mereka adalah di Kecamatan Kedamaian. Di sana, petugas berjibaku membongkar gorong-gorong yang tersumbat sampah dan sedimen agar air yang terjebak bisa segera mengalir.

 

“Kami bergerak cepat menyisir wilayah terdampak. Fokus utama saat ini adalah memastikan aliran air di gorong-gorong tidak terhambat supaya genangan cepat surut,” ungkap salah satu petugas di lapangan.(nda)